Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Bisnis

Gara-Gara 10 Barang Ini, Indonesia Kena Radar Tarif Baru Trump

KAMIS, 03 APRIL 2025 | 15:50 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump mengambil kebijakan proteksionis dengan menaikkan tarif impor terhadap Indonesia hingga 32 persen.

Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya defisit perdagangan AS dengan Indonesia yang terus melebar dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar 14,34 miliar Dolar terhadap AS pada periode Januari-Desember 2024. 


Namun, data Badan Statistik AS menunjukkan angka yang lebih tinggi, yaitu 17,9 miliar Dolar, yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari 15 negara penyumbang defisit terbesar bagi AS.

Kenaikan defisit perdagangan AS dengan Indonesia diketahui memang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir. Pada 2019, defisit AS terhadap Indonesia masih sekitar 8,58 miliar Dolar, lalu melonjak 67 persen menjadi 14,34 miliar Dolar pada 2024. Bahkan, pada titik tertentu, defisit sempat menyentuh 16,57 miliar Dolar sebelum mengalami sedikit penurunan.

Defisit ini terjadi karena ekspor Indonesia ke AS terus meningkat tajam. Pada 2024, ekspor Indonesia ke AS mencapai 26,31 miliar Dolar AS naik hampir 48 persen dari 17,84 miliar Dolar pada 2019. 

Sementara itu, impor Indonesia dari AS hanya sebesar 11,97 miliar Dolar, yang membuat surplus perdagangan semakin besar.

Selama ini, AS menjadi pasar utama bagi sejumlah komoditas ekspor unggulan Indonesia, terutama produk tekstil, alas kaki, dan minyak sawit. Kenaikan tarif impor ini dikhawatirkan akan berdampak pada daya saing produk-produk Indonesia di pasar AS.

Berikut 10 barang ekspor Indonesia dengan nilai tertinggi ke AS pada 2024:

1. Mesin dan perlengkapan elektrik - 4,18 miliar Dolar AS 
Produk dalam kategori ini mencakup peralatan elektronik, komponen listrik, dan mesin berbasis listrik.

2. Pakaian dan aksesorisnya (rajutan) - 2,48 miliar Dolar AS 
Produk seperti kaos, sweater, dan pakaian berbahan rajutan lainnya.

3. Alas kaki- 2,39 miliar Dolar AS 
Termasuk berbagai jenis sepatu dan alas kaki lainnya.

4. Pakaian dan aksesorisnya (bukan rajutan) - 2,12 miliar Dolar AS 
Berbeda dari kategori rajutan, kategori ini mencakup pakaian berbahan kain seperti kemeja dan celana berbahan katun.

5. Lemak dan minyak hewan/nabati - 1,78 miliar Dolar AS 
Produk seperti minyak kelapa sawit dan minyak nabati lainnya.
6. Karet dan barang dari karet- 1,69 miliar Dolar AS 
Termasuk karet mentah, ban, dan produk berbasis karet lainnya.

7. Perabotan dan alat penerangan - 1,43 miliar Dolar AS 
Mencakup perabotan rumah tangga, peralatan penerangan, dan furnitur lainnya.

8. Ikan dan udang - 1,10 miliar Dolar AS 
Produk hasil perikanan seperti udang, ikan segar, dan produk laut lainnya.

9. Mesin dan peralatan mekanik - 1,02 miliar Dolar AS 
Produk seperti mesin industri, mesin kendaraan, serta peralatan mekanis lainnya.

10. Olahan dari daging dan ikan - 788,3 juta Dolar AS 
Produk seperti makanan kaleng atau olahan beku berbasis daging dan ikan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya