Berita

PM Australia Anthony Albanese tanggapi Tarif Trump/Tangkapan layar

Dunia

Reaksi Pemimpin Dunia terhadap Tarif Trump, Mayoritas Sekutu AS Kecewa

KAMIS, 03 APRIL 2025 | 10:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Beberapa negara merespons keputusan Presiden AS Donald Trump yang menetapkan tarif timbal balik pada Rabu, 2 April 2025.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menolak kebijakan ini dan berjanji akan membalas dengan tindakan serupa.

"Kami akan melindungi pekerja kami," kata Carney, dikutip dari Axios.


Ia pun mengimbau agar pemerintah dan masyarakat Kanada bersatu dan bertindak dengan tegas atas kebijakan tarif Trump.

Sementara, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memilih sikap lebih tenang.

Ia mengatakan Meksiko tidak akan membalas tarif tersebut, melainkan menyiapkan program ekonomi yang lebih luas.

"Mari kita lihat pengumuman dari AS, tetapi kami sudah punya rencana untuk memperkuat ekonomi dalam kondisi apa pun," ujarnya.

Di Inggris, Perdana Menteri Keir Starmer mengatakan, tidak masuk akal jika harus menanggapi tarif ini dengan perang dagang. Ia yakin masih ada peluang untuk mencapai kesepakatan.

"Saya yakin kita bisa mencapai kesepakatan yang menghindari tarif ini dan bahkan memperkuat hubungan dengan AS," kata Keir Starmer.

Akhir Februari 2025, Keir Starmer bertemu dengan Trump di Ruang Oval di Gedung Putih di Washington, DC.

Dalam kesempatan itu, Starmer turut mengantarkan surat undangan dari Raja Charles untuk kunjungan kenegaraan. Trump pun menerima undangan tersebut.

Undangan tersebut menggarisbawahi strategi Starmer dalam menarik perhatian presiden AS yang baru dan mempertahankan apa yang disebut "hubungan istimewa" antara Amerika dan Inggris.
 
Sementara itu, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengecam kebijakan Trump dengan keras.

"Tarif ini tidak masuk akal dan bukan tindakan yang dilakukan oleh seorang teman," kata Albanese.

"Jika benar tarif ini timbal balik, maka angkanya seharusnya nol, bukan 10 persen," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bank Jepang, Kazuo Ueda, mengingatkan bahwa tarif ini bisa berdampak besar pada perdagangan global.

"Situasinya masih tidak pasti, jadi kami akan terus mengawasi kebijakan ini untuk memahami dampaknya terhadap ekonomi," ujarnya, dikutip dari Japan Times.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, juga menentang kebijakan Trump dan berjanji akan merespons dengan tegas.

"Eropa akan membela diri. Kami akan bertindak cepat, tegas, dan bersama-sama," kata Sanchez.

Tarif 10 persen ini akan mulai berlaku di AS pada Jumat, 5 April 2025, sementara tarif untuk sekitar 60 negara lain akan diterapkan mulai 9 April 2025.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya