Berita

Masyarakat berbelanja jelang Idulfitri 1446 H/RMOL

Politik

Pemerintah Perlu Tambah Insentif Untuk Gerakkan Perekonomian

SELASA, 01 APRIL 2025 | 17:50 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Tren penurunan perputaran uang selama Lebaran 2025 mengindikasikan adanya tantangan bagi perekonomian Indonesia. 

Pengamat Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai kondisi ini sebagai sinyal peringatan bagi ekonomi nasional pada kuartal pertama 2025.

Untuk mengatasi dampak tersebut, Nailul menyarankan pemerintah memberikan insentif guna mendorong konsumsi masyarakat pasca-Lebaran. 


"Program seperti diskon tiket transportasi atau stimulus belanja dapat menjadi solusi untuk menjaga daya beli masyarakat," kata Nailul dalam keterangannya, Selasa 1 April 2025.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, tetap optimis bahwa Lebaran secara historis menjadi faktor utama dalam meningkatkan konsumsi rumah tangga. 

"Meskipun ada tantangan ekonomi, kita tetap melihat Lebaran sebagai pendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang menjadi motor utama ekonomi nasional," kata Airlangga.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, memperkirakan total perputaran uang selama Idulfitri 1446 H hanya mencapai Rp137,9 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp157,3 triliun pada 2024.

Menurutnya, penurunan tersebut berkaitan dengan berkurangnya jumlah pemudik. 

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik Lebaran 2025 diperkirakan hanya mencapai 146,48 juta orang, atau turun 24 persen dibandingkan 193,6 juta pemudik pada 2024.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya