Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Incar Keuntungan, Tokyo Gas Akuisisi Proyek Gas Serpih dari Chevron

SELASA, 01 APRIL 2025 | 08:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan energi asal Jepang, Tokyo Gas, membeli sebagian proyek pengembangan gas serpih di Texas dari raksasa minyak AS, Chevron. Langkah ini bertujuan untuk memperluas bisnis mereka dan meningkatkan keuntungan lewat perdagangan gas alam.

Dikutip dari Nikkei Asia, Selasa, 1 April 2025, nilai kesepakatan ini diperkirakan mencapai 10 miliar Yenn atau sekitar Rp1,07 triliun, dan ditargetkan selesai pada bulan April. Gas alam dari proyek ini akan dijual di pasar dan juga digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik serta dipasok ke pelanggan Tokyo Gas lainnya.

Gas alam dipilih karena emisinya lebih rendah dibanding batu bara?"hanya sekitar separuhnya?"sehingga dianggap lebih ramah lingkungan. Selain itu, dukungan dari Presiden AS saat ini, Donald Trump, terhadap pengembangan gas serpih juga menjadi faktor pendorong investasi ini.


Sebelumnya, pada akhir 2023, Tokyo Gas juga telah mengakuisisi Rockcliff Energy, perusahaan pengembang gas serpih asal Texas, dengan nilai sekitar 400 miliar yen. Akuisisi baru ini berada di lokasi yang berdekatan dengan Rockcliff, sehingga bisa menghemat biaya pembangunan pipa gas.

Sebagai bagian dari restrukturisasi aset, Tokyo Gas kini mulai menjual aset-aset yang dianggap kurang efisien. Pada Februari lalu, mereka sepakat menjual saham dalam proyek gas serpih di Texas bagian selatan kepada Shizuoka Gas senilai sekitar 20 miliar yen.

Setiap tahun, Tokyo Gas menangani sekitar 10 juta ton gas alam di AS dalam bentuk gas alam cair (LNG). Kesepakatan baru dengan Chevron ini akan membantu mempertahankan volume tersebut.

Dari bisnis gas serpihnya, Tokyo Gas mencatat laba operasional rata-rata sekitar 13,5 miliar yen per tahun sejak 2020 hingga 2024. Ke depan, mereka menargetkan laba tahunan bisa meningkat hampir lima kali lipat, menjadi sekitar 70 miliar yen per tahun mulai 2025 hingga 2030. Untuk mendukung target tersebut, mereka berencana menginvestasikan hampir 300 miliar yen dalam tiga tahun ke depan hingga tahun fiskal 2028.

Tokyo Gas akan memfokuskan investasinya di wilayah Haynesville, yang membentang dari Texas hingga Louisiana, agar produksi bisa meningkat dengan biaya yang lebih efisien.

Sebagai tambahan, tahun lalu Tokyo Gas juga membeli 49 persen saham di anak perusahaan perdagangan milik ARM Energy Holdings, salah satu perusahaan pemasaran gas alam terbesar di Amerika Utara. Langkah ini memberi Tokyo Gas jalur sendiri untuk menjual gas hasil produksinya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya