Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
Dikutip dari Nikkei Asia, Selasa, 1 April 2025, nilai kesepakatan ini diperkirakan mencapai 10 miliar Yenn atau sekitar Rp1,07 triliun, dan ditargetkan selesai pada bulan April. Gas alam dari proyek ini akan dijual di pasar dan juga digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik serta dipasok ke pelanggan Tokyo Gas lainnya.
Gas alam dipilih karena emisinya lebih rendah dibanding batu bara?"hanya sekitar separuhnya?"sehingga dianggap lebih ramah lingkungan. Selain itu, dukungan dari Presiden AS saat ini, Donald Trump, terhadap pengembangan gas serpih juga menjadi faktor pendorong investasi ini.
Populer
Jumat, 04 September 2026 | 20:28
Rabu, 09 September 2026 | 01:15
Kamis, 10 September 2026 | 05:04
Selasa, 08 September 2026 | 15:34
Sabtu, 12 September 2026 | 06:08
Sabtu, 05 September 2026 | 16:59
Sabtu, 05 September 2026 | 19:53
UPDATE
Senin, 14 September 2026 | 14:27
Senin, 14 September 2026 | 14:26
Senin, 14 September 2026 | 14:16
Senin, 14 September 2026 | 14:12
Senin, 14 September 2026 | 14:09
Senin, 14 September 2026 | 14:01
Senin, 14 September 2026 | 14:01
Senin, 14 September 2026 | 13:56
Senin, 14 September 2026 | 13:48
Senin, 14 September 2026 | 13:48