Berita

Jutaan warga Turki yang melakukan aksi protes menuntut pembebasan Walikota Istanbul Ekrem Imamoglu/Net

Dunia

Demonstran Pendukung Kebebasan Walikota Istanbul Tembus 2,2 Juta Orang

MINGGU, 30 MARET 2025 | 11:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Lebih dari dua juta pendukung Walikota Istanbul, Ekrem Imamoglu, turun ke jalan dalam unjuk rasa besar-besaran menuntut pembebasannya setelah ditangkap atas tuduhan korupsi.

Demonstrasi yang diorganisir oleh Partai Rakyat Republik (CHP), partai oposisi yang menaungi Imamoglu, mengklaim lebih dari 2,2 juta orang menghadiri aksi solidaritas tersebut.

Imamoglu, yang terpilih kembali dalam pemilihan umum tahun lalu dan dianggap sebagai tokoh oposisi utama terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, ditahan awal bulan ini atas dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi. 


Imamoglu dan partainya menegaskan bahwa tuduhan ini bermotif politik dan merupakan upaya Partai Keadilan dan Pembangunan (JDP) yang dipimpin Erdogan untuk melemahkan dukungan bagi wali kota. 

JDP telah berkuasa di Turki sejak 2002, dengan Erdogan menjabat sebagai perdana menteri selama dua periode sebelum menjadi presiden.

Dalam pernyataan di akun media sosialnya, Imamoglu mengumumkan bahwa ia ditangkap dan ditahan oleh puluhan petugas polisi bersenjata sejak 19 Maret 2025. 

"Itu adalah operasi politik, bukan operasi hukum, yang dilakukan hanya beberapa hari sebelum pemilihan pendahuluan presiden CHP," kata Imamoglu, seperti dimuat The Guardian pada Minggu, 30 Maret 2025. 

Ia juga menambahkan bahwa aksi protes yang muncul setelah penangkapannya merupakan bukti bahwa rakyat Turki masih menjunjung tinggi demokrasi. 

"Dari Istanbul hingga Rize, warga turun ke jalan, bergabung dengan partai kami, dan mengingatkan kita semua bahwa demokrasi hidup atas kehendak rakyat," tulisnya.

Di akun X berbahasa Turkinya, Imamoglu membagikan foto udara yang memperlihatkan lautan manusia dalam demonstrasi tersebut, serta video protes yang disertai teks berbunyi: "Anda begitu cantik, Istanbul!"

Pemerintah Turki menegaskan bahwa peradilan negara tetap independen dan menolak tuduhan bahwa penangkapan Imamoglu adalah langkah untuk membungkam oposisi politiknya. 

Namun, hingga saat ini sekitar 1.900 orang telah ditangkap dalam berbagai aksi protes yang berlangsung sejak 19 Maret.

Di antara mereka, hampir dua lusin jurnalis dan fotografer juga ditahan saat meliput demonstrasi tersebut. Selain itu, pengacara Imamoglu turut mengalami penahanan meskipun kemudian dibebaskan.

Pemimpin CHP, Ozgur Ozel, menyampaikan kepada wartawan bahwa ia memperkirakan jumlah penangkapan akan berkurang seiring dengan meningkatnya tekanan publik dan internasional terhadap pemerintahan Erdogan.

Situasi politik di Turki semakin memanas, dan banyak pihak menunggu langkah selanjutnya dari pemerintah serta respons dari masyarakat yang terus menunjukkan dukungan terhadap Imamoglu.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya