Berita

Mixue/AFP

Bisnis

Ekspansi Besar-besaran, Laba Mixue Melonjak hingga Rp10 Triliun pada 2024

KAMIS, 27 MARET 2025 | 16:11 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Jaringan kedai es krim dan minuman asal China, Mixue, mencatat lonjakan laba pada 2024 berkat ekspansi besar-besaran di dalam dan luar negeri. 

Seperti dikutip dari AFP pada Kamis 27 Maret 2025, perusahaan tersebut membukukan laba sebesar 613 juta Dolar atau sekitar Rp10 triliun. Angka ini naik 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Adapun pendapatan Mixue tercatat mencapai 3,4 miliar Dolar AS pada 2024, meningkat 22 persen dari tahun sebelumnya. Perusahaan menyatakan, pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan penjualan barang hingga waralaba.


"Peningkatan pendapatan didorong penjualan barang dan peralatan, dan pada tingkat yang lebih rendah, dari waralaba dan layanan terkait," kata perusahaan tersebut dalam pernyataannya.

Dengan total 41.584 gerai di China dan 4.895 cabang di 11 negara, Mixue kini menjadi jaringan restoran terbesar di dunia, melampaui McDonald's dan Starbucks yang berbasis di Amerika Serikat.

Mixue didirikan pada 1997 oleh dua bersaudara di provinsi Henan. Awalnya hanya berupa kedai es serut kecil, perusahaan yang kini berbasis di Zhengzhou itu berkembang pesat hingga mendominasi pasar minuman ringan di China dan beberapa negara lain.

"Kami akan terus memperkuat rantai pasokan di China, sembari tetap fokus pada ekspansi di pasar Asia Tenggara," ujar Mixue dalam pernyataannya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya