Berita

Bio Farma/Net

Hukum

Kejari Periksa Bekas Dirut Bio Farma Setelah Lebaran

SELASA, 25 MARET 2025 | 21:33 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tim jaksa penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kota Bandung menjadwalkan pemeriksaan ulang mantan Dirut PT Bio Farma (Persero), Honesti Basyir setelah lebaran.

Jadwal ulang ini dilakukan setelah Honesti mangkir dari pemanggilan Senin kemarin, 24 Maret 2025 terkait kasus dugaan korupsi di PT Bio Farma.

"Kami akan undang resmi lagi, ini mau lebaran. Nanti saya ke tim jaksa dulu (soal pemanggilan Honesti Basyir)," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Bandung, Irfan Wibowo dikonfirmasi wartawan, Selasa, 25 Maret 2025.


Honesty saat ini masih berstatus saksi. Namun Irfan belum bisa memastikan jadwal pasti pemanggilan ulang tersebut.

Sementara itu, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jawa Barat, Dwi Agus Arfianto menyebut kasus dugaan korupsi PT Bio Farma kini masih dalam tahap penyelidikan.

"Benar, masih tahap penyelidikan," singkat Dwi Agus.

Pemeriksaan ini menjadi babak baru dalam pengusutan kasus penggunaan alat tes antigen bekas pada tahun 2021 semasa Covid-19. Dikabarkan, sudah ada 20 orang telah diperiksa dalam perkembangan kasus ini.

Dalam kasus ini, bekas Manajer Kimia Farma Diagnostika (KFD), Picandi Mascojaya telah divonis 10 tahun penjara pada medio Januari 2022.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya