Berita

Sutradara Palestina Emirat Hamdan Ballal memegang Oscar-nya untuk Film Dokumenter Terbaik untuk "No Other Land" selama Academy Awards Governors Ball Tahunan ke-97/Net

Dunia

Sutradara Palestina Pemenang Oscar Diserang Israel di Tepi Barat

SELASA, 25 MARET 2025 | 11:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Hamdan Ballal, sutradara Palestina yang baru-baru ini meraih penghargaan Oscar untuk film "No Other Land", dilaporkan dipukuli oleh pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki, sebelum akhirnya dibawa oleh tentara Israel.

Menurut keterangan rekan-rekannya dan saksi mata, insiden tersebut terjadi di desa Susya pada Senin, 24 Maret 2025.

Salah satu sutradara film tersebut, Basel Adra, yang menerima panggilan dari Ballal dalam keadaan tertekan, mengatakan kepada CNN bahwa ia segera menuju ke rumah Ballal setelah mendengar bahwa rekannya sedang dalam masalah.


"Setibanya saya di sana, saya melihat Hamdan dan setidaknya satu orang lainnya dibawa pergi oleh pasukan Israel," ujar Adra.

Di luar rumah, sejumlah pemukim Israel dilaporkan melemparkan batu, sementara polisi dan tentara Israel juga hadir di lokasi.

"Tentara Israel menembaki siapa pun yang mencoba mendekat," tambah Adra.

Militer Israel mengklaim bahwa kejadian tersebut terjadi setelah sejumlah "teroris" melemparkan batu kepada warga Israel, yang merusak kendaraan mereka. Tiga warga Palestina, termasuk Ballal, serta seorang warga Israel, dilaporkan dibawa untuk diinterogasi.

Yuval Abraham, salah satu sutradara film yang juga warga Israel, mengungkapkan bahwa Ballal mengalami cedera di kepala dan perut, dan sejak saat itu tidak ada kabar darinya. "Saya belum mendengar apapun tentang Hamdan setelah insiden itu," kata Abraham.

Lima aktivis dari Center for Jewish Nonviolence (CJNV) yang berada di lokasi kejadian juga mengungkapkan bahwa mereka diserang oleh lebih dari 12 pemukim Israel, yang menggunakan tongkat, pisau, dan bahkan senapan serbu.

Aktivis bernama Jenna, yang meminta identitasnya dirahasiakan, menceritakan bahwa mereka diserang oleh sekitar 20 pemukim bertopeng saat mencoba mendekati desa Susya pada malam tersebut.

"Mereka memukul saya dengan tongkat dan memecahkan jendela mobil," ujarnya.

Meskipun tentara Israel menyaksikan serangan itu, mereka tidak melakukan tindakan apa pun untuk menghentikan para pemukim.

"Kami memberi tahu mereka bahwa kami diserang, tapi mereka hanya mengatakan semuanya akan baik-baik saja dan tidak berbuat apa-apa," kata Josh Kimelman, salah satu aktivis lainnya.

Ballal, yang dikenal sebagai petani Palestina, telah menjadi sasaran ancaman dan intimidasi dari pemukim Israel dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun lalu, ia melaporkan bahwa para pemukim meletakkan ternak mereka di tanahnya saat ia sedang tidur.

"Mereka ingin mengambil tanah saya dan pertanian saya," kata Ballal yang juga mencatat bahwa agresi terhadapnya meningkat pasca serangan mematikan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Film dokumenter No Other Land yang disutradarai oleh Ballal mengangkat kisah pengusiran warga Palestina dari rumah mereka di Tepi Barat yang diduduki.

Film tersebut menggambarkan pembongkaran rumah-rumah dan serangan terhadap komunitas Palestina oleh militer Israel dan pemukim Yahudi. Ballal sendiri telah mendokumentasikan banyak interaksinya dengan pemukim, yang sering kali mengancam dan menyerangnya.

Menurut laporan bersama yang dibagikan oleh kelompok advokasi Peace Now dan Kerem Navot, kekerasan oleh pemukim Israel terhadap desa-desa Palestina di Tepi Barat semakin meningkat.

Pos penggembalaan yang didirikan oleh pemukim untuk menandai klaim mereka terhadap tanah Palestina meningkat hampir 50 persen sejak perang dimulai pada Oktober 2023.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya