Berita

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance dan istri/Net

Dunia

Pemimpin Greenland Boikot Kunjungan Istri Wapres AS

SELASA, 25 MARET 2025 | 11:44 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Greenland, wilayah semi-otonom Denmark, tengah dilanda ketegangan setelah pemimpin negara tersebut menanggapi dengan kemarahan kunjungan tak diundang yang direncanakan oleh delegasi Amerika Serikat. 

Delegasi tersebut dipimpin oleh istri Wakil Presiden AS, Usha Vance, yang turut membawa penasihat keamanan nasional Gedung Putih Mike Waltz dan Menteri Energi Chris Wright.

Rencana kunjungan ini melibatkan pemantauan pangkalan militer Amerika di Greenland dan menyaksikan perlombaan kereta luncur anjing, dengan tujuan untuk "mempelajari lebih dalam tentang Greenland, budayanya, dan sejarahnya". 


Meskipun pihak AS menyatakan niat mereka untuk mempererat kerja sama dengan Greenland, kunjungan ini langsung memicu reaksi keras dari pemerintah lokal.

Perdana Menteri Greenland yang akan lengser, Mute Egede, mengkritik kunjungan ini sebagai bentuk provokasi. 

Dalam wawancara dengan surat kabar lokal Sermitsiaq, Egede menyatakan AS bukan lagi sekutu yang bisa Greenland percayai.

"Sampai saat ini, kami dapat mempercayai orang Amerika, yang merupakan sekutu dan teman kami, dan dengan mereka kami senang bekerja sama dengan erat. Namun, masa itu sudah berakhir," kata dia, seperti dimuat The New Daily pada Selasa, 25 Maret 2025.

Pemerintah Greenland saat ini berada dalam masa transisi setelah pemilu pada 11 Maret lalu, yang dimenangkan oleh partai Demokrat. 

Jens-Frederik Nielsen, pemimpin partai Demokrat, juga mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap kunjungan ini, mengatakan bahwa tindakan tersebut menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap rakyat Greenland. 

"Kunjungan orang Amerika selama pembicaraan koalisi dan pemilihan kota yang akan diadakan minggu depan ini sekali lagi menunjukkan ketidakpedulian mereka terhadap kemauan rakyat Greenland," ujar Nielsen.

Meski demikian, Gedung Putih tetap mengonfirmasi bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam kemitraan dan memahami lebih jauh budaya serta sejarah Greenland. 

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Brian Hughes, menegaskan bahwa tim AS berharap kunjungan ini akan memperkuat hubungan yang saling menghormati dan memajukan kerja sama ekonomi. 

"Ini adalah kunjungan untuk mempelajari Greenland, budaya, sejarah, dan penduduknya, serta menghadiri lomba kereta luncur anjing yang disponsori Amerika Serikat dengan bangga, sesederhana itu," ujar Hughes.

Kunjungan ini tidak terlepas dari latar belakang ketegangan yang dipicu oleh mantan Presiden AS, Donald Trump, yang secara terbuka mengusulkan agar Greenland dianeksasi oleh Amerika Serikat.

Meski rencana tersebut telah ditanggapi dengan penolakan oleh pemerintah Denmark dan Greenland, ketertarikan AS terhadap posisi strategis Greenland, yang terletak di jalur terpendek dari Eropa ke Amerika Utara, tetap menjadi isu sensitif.

Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, juga menanggapi rencana kunjungan ini dengan hati-hati. 

"Ini adalah sesuatu yang kami tanggapi dengan serius. Denmark ingin bekerja sama dengan AS, tetapi kerja sama tersebut harus didasarkan pada aturan dasar kedaulatan," kata dia.

Frederiksen menambahkan bahwa dialog dengan AS mengenai masa depan Greenland harus dilakukan dengan koordinasi yang erat antara pemerintah Denmark dan Greenland.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Meluruskan Hari Lahirnya Pancasila: Dari Piagam Jakarta Hingga Dekrit Presiden

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:01

Kuasa Hukum Gus Yaqut Sebut Tidak Ada Konfirmasi Aliran Dana

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46

RI Impor Emas 2,5 Ton pada April 2026, Australia jadi Pemasok Terbesar

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:16

Saksi Perkara Maluku, Thobahul Aftoni Akui Mardiono Ketum PPP

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:13

BEM PTMA: MBG adalah Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09

Gerinda Sebut Lawatan Prabowo Perkokoh Posisi Indonesia di Kancah Dunia

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:05

Habiburokhman: Zaman Pak Dino Sehebat Apa sih?

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50

Daftar Harga LPG 5,5 kg dan 12 Kg Terbaru, Cek Tiap Provinsi

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47

SPI: Nasionalisme dan Kepastian Hukum Harus Seimbang

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:46

Selengkapnya