Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Investor Ambil Langkah Hati-hati, Pasar Saham Eropa Ditutup di Zona Merah

SELASA, 25 MARET 2025 | 09:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa jatuh yang dipicu oleh sikap kehati-hatian pelaku pasar yang terus memantau perkembangan kebijakan tarif Amerika Serikat (AS). 

Dikutip dari Reuters, indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup melemah tipis 0,13 persen atau 0,74 poin menjadi 548,93 pda penutupan perdagangan Senin 24 Maret 2025 atau Selasa pagi WIB. 

Indeks DAX Jerman juga rontok hingga 0,17 persen atau 39,02 poin menjadi 22.852,66. FTSE 100 Inggris mengalami nasib yang sama, jatuh 0,10 persen atau 8,78 poin menjadi 8.638,01. 


CAC Prancis juga anjlok 0,26 persen atau 20,62 poin menjadi 8.022,33.

Investor menilai pemerintahan Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan mengecualikan serangkaian tarif khusus pada beberapa sektor lainnya sembari menerapkan pungutan timbal balik pada 2 April mendatang.

Analis mengatakan, sulit untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di depan karena kebijakan terus berubah dan selalu tiba-tiba. 

"Orang-orang sangat berhati-hati tentang berapa banyak yang akan diumumkan (pada 2 April). Jadi, itu juga mengarah pada nada pasif atau lebih hati-hati dalam ekuitas Eropa hari ini," ujar Bas van Geffen, analis Rabobank.

Indeks STOXX 600 menguat pekan lalu setelah dua kali berturut-turut mencatat kerugian mingguan. 

STOXX 600 melambung 8,2 persen tahun ini dibandingkan penurunan 2,1 persen pada indeks acuan S&P 500. 

Saham pertambangan memimpin kenaikan di antara sejumlah sektor, melesat 1,3 persen karena harga tembaga yang lebih tinggi. J.P.Morgan juga menaikkan peringkat sektor pertambangan Eropa menjadi "overweight" dari "underweight".

Saham telekomunikasi anjlok lebih dari 1 persen, setelah saham Vodafone runtuh hingga 4,4 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya