Berita

Pelantikan 31 Dubes RI di Istana Merdeka Jakarta pada Senin, 24 Maret 2025/RMOL

Dunia

Usai Dilantik, 31 Dubes RI Komitmen Junjung Asta Cita Pemerintahan Prabowo

SENIN, 24 MARET 2025 | 20:01 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebanyak 31 Duta Besar (Dubes) RI telah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin, 24 Maret 2025. 

Salah satu dari para dubes yang dilantik adalah Cecep Herawan, yang kini menjabat sebagai Duta Besar untuk Republik Korea.

Usai dilantik, Cecep Herawan mewakili rekan-rekannya menyampaikan komitmen penuh untuk menjalankan tugas sebagai perpanjangan tangan negara di negara sahabat. 


Dalam wawancara singkat setelah upacara pelantikan, Cecep menjelaskan pentingnya menjaga visi dan misi yang telah disepakati, khususnya dalam mendukung program pemerintahan Prabowo.

"Saya bersama 31 dubes lainnya baru saja dilantik oleh Presiden RI, di mana kita sudah mengangkat sumpah dan janji kami untuk terus menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta menjalankan seluruh perintah UU yang diamanatkan kepada kami sebagai Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh di masing-masing negara," ujar Cecep dengan penuh semangat, kepada awak media. 

Menurutnya, tugas sebagai duta besar bukan hanya sekadar mewakili Indonesia, tetapi juga menjaga hubungan bilateral yang harmonis dengan negara sahabat, serta memperjuangkan kepentingan nasional.

"Menjadi dubes adalah perpanjangan tangan dari negara di negara sahabat. Kami semua telah melalui proses orientasi yang dilakukan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memastikan kami memiliki visi dan misi yang sama dalam menjalankan program pemerintahan, khususnya yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dengan astacita-nya," lanjut Cecep.

Asta Cita, yang menjadi nilai penting dalam kepemimpinan Prabowo Subianto, adalah landasan moral yang mencerminkan komitmen dan kejujuran dalam menjalankan tugas negara. Para dubes yang baru dilantik pun bertekad untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam setiap langkah diplomasi mereka.

"Kami yakin dengan dukungan dan arahan yang datang dari pusat, kami sebagai wakil bangsa di negara masing-masing akan mampu berjuang dan berkontribusi positif untuk pembangunan bangsa dan negara," tegasnya. 

Berikut daftar nama Dubes yang resmi dilantik oleh Presiden Prabowo: 

1. Penny Dewi Herasati sebagai Duta Besar untuk Hungaria

2. Siti Ruhaini Dzuhayatin sebagai Duta Besar untuk Republik Uzbekistan, merangkap Republik Kyrgyzstan

3. Dicky Komar sebagai Duta Besar untuk Republik Lebanon

4. Agus Priyono sebagai Duta Besar untuk Republik Suriname, merangkap Republik Kooperatif Guyana

5. Andreano Erwin sebagai Duta Besar untuk Republik Serbia, merangkap Montenegro

6. Hersindaru Arwityo Ibnu Wiwoho Wahyutomo sebagai Duta Besar untuk Republik Finlandia, merangkap Republik Estonia

7. Yayan Ganda Hayat Mulyana sebagai Duta Besar untuk Kerajaan Swedia, merangkap Republik Latvia

8. Fikry Cassidy sebagai Duta Besar untuk Bolivarian Venezuela, merangkap Persemakmuran Dominika, Grenada, Saint Lucia, Saint Vincent dan The Grenadines, dan Republik Trinidad dan Tobago

9. Hendra Halim sebagai Duta Besar untuk Republik Panama, merangkap Republik Honduras, Republik Kosta Rika, dan Republik Nikaragua

10. Tyas baskoro Her Witjaksono Adji sebagai Duta Besar untuk Republik Kenya, merangkap Republik Demokratik Kongo, Republik Federal Somalia, Republik Urganda, United Nation Environtmental Programme (UNEP), dan United Nation Human Settlement Programme (UN-HABITAT)

11. Mirza Nurhidayat sebagai Duta Besar untuk Republik Namibia, merangkap Republik Angola

12. Ardian Wicaksono sebagai Duta Besar untuk Republik Senegal, merangkap Republik Cabo Verde, Repuiblik Gambia, Republik Guinea-Bissau, Republik Mali, Republik Pantai gading, dan Republik Sierra Leone

13. Siti Nugraha Mauludiah sebagai Duta Besar untuk Kerajaan Denmark, merangkap Republik Lithuania

14. Junimart Girsang sebagai Duta Besar untuk Republik Italia, merangkap Republik Malta, Republik San Marino, Republik Siprus, Food and Agriculture Organization (FAO), International Fund and Agriculture Development (IFAD), World Food Programme (WFP), dan International Institute for the Unification of Private Law (UNIDROIT)

15. Cecep Herawan sebagai Duta Besar untuk Republik Korea

16. Agung Cahaya Sumirat sebagai Duta Besar untuk Republik Kamerun, merangkap Republik Chad, Republik Guinea Ekuatorial, Republik Gabon, Republik Kongo, dan Republik Afrika Tengah

17. Chandra Warsenanto Sukotjo sebagai Duta Besar untuk Republik Islam Pakistan

18. Listiana Operananta sebagai Duta Besar untuk Republik Bulgaria merangkap Republik Albania dan Republik Makedonia Utara

19. Manahan M. P. Sitompul sebagai Duta Besar untuk Bosnia dan Herzegovina

20. Rolliansyah Soemirat sebagai Duta Besar untuk Republik Islam Iran merangkap Turkmenistan

21. Kartika Candra Negara sebagai Duta Besar untuk Republik Mozambique merangkap Republik Malawi

22. Bambang Suharto sebagai Duta Besar untuk Republik Federal Nigeria merangkap Republik Benin, Republik Burkina Faso, Republik Ghana, Republik Kongo, Republik Liberia, Republik Niger, Republik Demokratik Sao Tome dan Principe, Republik Togo, dan ECOWAS

23. Muhsin Syihab sebagai Duta Besar untuk Kanada merangkap International Civil Aviation Organization (ICAO)

24. Simon Djatmoko Irwantoro Soekarno sebagai Duta Besar untuk Republik Kuba merangkap Persemakmuran Bahama, Republik Dominika, Republik Haiti, dan Jamaika

25. Susi Marleny Bachsin sebagai Duta Besar untuk Republik Portugal

26. Marsekal TNI (Purn.) Yuyu Sutisna sebagai Duta Besar untuk Kerajaan Maroko merangkap Republik Islam Mauritania

27. Arief Hidayat sebagai Duta Besar untuk Republik Zimbabwe, merangkap Republik Zambia

28. Didik Eko Pujianto sebagai Duta Besar untuk Republik Irak

29. Rina Prihtyasmiarsi sebagai Duta Besar untuk Republik Ceko

30. Vedi Kurnia Buana sebagai Duta Besar untuk Republik Chile

31. Faizal Chery Sidharta sebagai Duta Besar untuk Republik Demokratik Federal Ethiopia,Jaeu merangkap Republik Djibouti, Negara Eritrea, dan African Union.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya