Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

IHSG Anjlok, Masyarakat yang Tak Main Saham Bisa Kena Getahnya

SENIN, 24 MARET 2025 | 19:26 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru-baru ini berpotensi menimbulkan efek domino terhadap perekonomian Indonesia. 

Survei terbaru dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkapkan, melemahnya IHSG dapat berimbas pada kenaikan harga barang, lapangan kerja, hingga tabungan masyarakat.

Salah satu dampak utama yang diidentifikasi dalam survei adalah potensi kenaikan harga barang, terutama produk impor seperti ponsel, laptop, bahan makanan, dan minyak. Hal ini disebabkan oleh pelemahan nilai tukar Rupiah sebagai akibat dari keluarnya dana investasi asing dari Indonesia.


"Ketika nilai tukar Rupiah turun, harga bensin juga bisa naik karena impor bahan baku jadi lebih mahal," demikian penjelasan survei yang dikutip pada Senin 24 Maret 2025.

Selain itu, anjloknya IHSG juga berisiko menghambat dunia usaha. Perusahaan yang mengalami tekanan finansial akibat penurunan nilai saham dapat menunda perekrutan, mengurangi bonus. Bahkan berpotensi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Jika kamu bukan karyawan tapi punya bisnis kecil, pelangganmu bisa berkurang karena daya beli masyarakat turun," imbuh keterangan LPEM FEB UI tersebut.

Tak hanya itu, penurunan IHSG juga dapat berdampak pada tabungan dan dana pensiun masyarakat. Meskipun tidak semua orang berinvestasi di pasar saham, banyak institusi keuangan seperti bank, asuransi, dan lembaga dana pensiun yang memiliki eksposur terhadap saham.

"Akibatnya, nilai reksadana dan asuransi bisa turun, serta keuntungan dari tabungan jangka panjang mungkin lebih kecil dari yang diharapkan," tambahnya.

Secara keseluruhan, survei LPEM FEB UI menegaskan bahwa kejatuhan IHSG tidak hanya berdampak pada investor, tetapi juga pada seluruh lapisan masyarakat, karena ekonomi akan melambat.

"Efek domino dari penurunan IHSG bisa terasa langsung di dompet masyarakat, mulai dari harga barang, peluang kerja, hingga tabungan masa depan," pungkas laporan tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya