Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Jepang Buka Loker Sopir Logistik untuk WNI, Ini Syaratnya

SENIN, 24 MARET 2025 | 09:46 WIB

Kekurangan tenaga kerja di sektor logistik dan transportasi membuat Jepang mulai membuka peluang bagi pekerja asing sebagai sopir truk. Langkah ini dilakukan setelah industri logistik dimasukkan dalam daftar sektor yang memenuhi syarat untuk visa kerja keterampilan khusus atau Specified Skilled Worker (SSW).

Dikutip dari Nikkei Asia, Senin 24 Maret 2025, untuk bisa bekerja sebagai sopir truk di Jepang, calon pekerja asing harus memiliki sertifikasi keterampilan khusus dalam bidang transportasi otomotif. 

Sertifikasi ini mewajibkan mereka untuk lulus ujian yang mencakup peraturan lalu lintas Jepang dan metode pemuatan barang yang berlaku di industri tersebut. Ujian pertama sudah diadakan pada Desember 2024, dan lebih dari 200 orang dinyatakan lulus. 


Selain itu, calon sopir juga perlu memiliki kemampuan bahasa Jepang minimal setara dengan level N3 agar bisa berkomunikasi dengan baik di tempat kerja. Mereka juga harus mendapatkan SIM Jepang, yang bisa diperoleh melalui proses konversi bagi pemegang SIM luar negeri.

Salah satu perusahaan yang sudah aktif merekrut sopir asing adalah Sakai Moving Service, yang bekerja sama dengan agen perekrutan di Indonesia. Perusahaan berbasis di Osaka ini telah menyeleksi lebih dari 10 calon sopir berusia 20 hingga 40 tahun. Mereka dijadwalkan tiba di Jepang pada Agustus 2025 untuk menjalani pelatihan bahasa dan proses konversi SIM. 

Jika semuanya berjalan lancar, mereka akan mulai bekerja pada Maret 2026, bertepatan dengan musim sibuk pindahan di Jepang.

Selain Sakai Moving Service, Fukuyama Transporting juga mengambil langkah serupa dengan melatih calon sopir dari Vietnam. Perusahaan ini mengadakan kursus bahasa Jepang dan ujian mengemudi bagi kandidat sebelum mereka datang ke Jepang sebagai pemagang teknis. 

Setelah mendapatkan pelatihan tambahan dan SIM Jepang, mereka akan mulai bekerja sebagai sopir jarak jauh pada musim panas 2026. 

Sementara itu, Senko Group Holdings menargetkan merekrut 100 sopir asing dengan visa keterampilan khusus hingga tahun fiskal 2032. Perusahaan ini menyediakan pelatihan bahasa dan SIM melalui fasilitasnya di Prefektur Chiba dan Shiga.

Krisis sopir truk di Jepang semakin serius dalam beberapa tahun terakhir. Data dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang menunjukkan bahwa jam kerja sopir truk sekitar 20 persen lebih panjang dibandingkan pekerja pada umumnya, tetapi pendapatan mereka justru 10 persen lebih rendah. 

Selain itu, populasi Jepang yang semakin menyusut membuat tenaga kerja lokal semakin sulit didapat. Situasi ini diperburuk oleh kebijakan baru yang mulai berlaku pada April 2024, yang membatasi lembur sopir truk maksimal 960 jam per tahun. 

Tanpa langkah-langkah khusus, kapasitas transportasi truk komersial diperkirakan akan berkurang hingga 34 persen pada tahun fiskal 2030.

Namun, tidak semua perusahaan logistik tertarik untuk merekrut tenaga kerja asing. Yamato Transport, misalnya, menolak program ini karena khawatir sopir asing akan kesulitan berkomunikasi dengan pelanggan. 

Sementara itu, Sagawa Express masih mempertimbangkan kemungkinan mempekerjakan sopir asing untuk perjalanan jarak menengah dan jauh yang tidak memerlukan banyak interaksi dengan pelanggan, tetapi belum memiliki rencana konkret.

Selain tantangan komunikasi, ada beberapa kendala lain dalam menarik tenaga kerja asing ke Jepang. Salah satunya adalah visa kerja keterampilan khusus yang hanya berlaku selama lima tahun tanpa jalur jelas menuju residensi permanen. 

Selain itu, nilai Yen yang melemah juga membuat Jepang kurang menarik bagi pekerja internasional dibandingkan negara lain.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya