Berita

Kolase foto Bahlil Lahadalia dan Erick Thohir/RMOL

Politik

Bahlil Hingga Erick Thohir Saatnya Ditendang dari Kabinet

SENIN, 24 MARET 2025 | 00:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tak terasa sudah 150 hari Pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan. Berbagai macam polemik pun nampaknya tak pernah habis mewarnai pemerintahan ini. 

Bahkan yang terbaru adalah kontroversi pernyataan Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Nasbi soal teror kepala babi yang menerpa dunia jurnalistik di Indonesia. 

Hasan Nasbi awalnya merespons kabar teror kepala babi terhadap seorang jurnalis Tempo Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik dan host Bocor Alus Politik. Ia mengatakan sebaiknya kepala babi yang menjadi teror kepada Tempo itu dimasak saja. 


Tentunya pernyataan ini menuai banyak kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya dari Co Founder Forum Intelektual Muda Muhammad Sutisna.

Pengamat politik dan keamanan dari Universitas Indonesia ini sangat menyayangkan apa yang disampaikan Hasan Nasbi.

“Tak seharusnya berkata demikian, bukan malah melindungi warga negara karena dirinya adalah bagian dari negara yang seharusnya bisa memberikan pernyataan solutif agar bisa menjamin kebebasan pers dan melindungi hak-hak warga negara. Dirinya malah berseloroh yang tak masuk akal. Sungguh amat melukai kita semua,“ ungkap Sutisna dalam keterangannya, Minggu malam, 23 Maret 2025.

Sutisna juga mengatakan bahwa pernyataan Hasan Nasbi merupakan klimaks dari betapa buruknya tata komunikasi hingga kebijakan yang ada dalam struktur kabinet merah putih Prabowo-Gibran. 

“Tentu kita tak mungkin lupa terkait polemik gas elpiji 3 kg beberapa waktu lalu yang merupakan kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang hampir saja membuat gejolak di masyarakat, karena tidak ada perencanaan yang matang dan terkesan serampangan,” jelasnya. 

“Belum lagi menteri BUMN Erick Thohir yang terkesan tak beres dalam mengatasi tata kelola BBM kita, dengan adanya Mega korupsi di Pertamina hingga Menteri Perdagangan Budi Santoso, yang gagal menjaga stabilitas harga minyak subsidi MinyaKita. Produk yang sejatinya menjadi tumpuan masyarakat miskin, justru mengalami kelangkaan dan kenaikan harga,” tambah Sutisna.

Lanjut dia, seharusnya dalam situasi yang tak pasti ini, para menteri maupun jajaran kabinet yang ada bisa lebih berhati-hati baik dalam membuat kebijakan maupun berkomunikasi kepada masyarakat. 

“Jangan asal bunyi, membuat situasi makin runyam. Apalagi kita lihat saat ini IHSG kita makin anjlok, akibat dari adanya krisis kepercayaan baik pasar maupun publik terhadap pemerintah saat ini,” tegasnya.

Sutisna juga mengatakan kabar akan ada reshuffle secara makro pasca lebaran nanti oleh Presiden, tentunya harus segera mengganti nama-nama yang kerap bermasalah hingga menjadi musuh rakyat akibat dari ulahnya tersebut. 

“Jangan sampai Presiden lamban dalam mendeteksi siapa bermasalah dan bisa berefek kepada Presiden itu sendiri,” imbuh dia.

Menurutnya, masih banyak anak bangsa yang kompeten dan memiliki jam terbang mumpuni yang bisa membantu Presiden dalam mewujudkan Asta Cita. 

“Salah satunya adalah Harvick Hasnul Qolbi yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian. Dirinya pernah menolak secara tegas agar jangan sampai ada impor beras lagi. Hal itu berdasarkan hasil curhatan para petani kepada dirinya. Mengingat kala itu stok beras kita masih sangat surplus, apabila jadi impor. Tentu akan memberatkan petani,” bebernya.

Sutisna berharap bahwa Presiden harus segera mewujudkan Reshuffle Kabinet tersebut. Agar tak ada lagi menteri maupun jajarannya yang bekerja serampangan. 

“Apalagi dalam situasi sekarang, ada hal yang paling fundamental yakni memperbaiki situasi ekonomi dan mengembalikan kepercayaan publik agar pemerintah ini bisa berjalan dengan baik untuk mewujudkan visi-misi tersebut,” tandas Sutisna.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya