Berita

Afriansyah Noor ditunjuk sebagai Wasekjen Demokrat periode 2025-2030/Ist

Politik

Afriansyah Noor, Kalah Muktamar PBB Kini Loncat jadi Wasekjen Demokrat

MINGGU, 23 MARET 2025 | 20:30 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sosok Afriansyah Noor menjadi satu di antara puluhan tokoh yang resmi diumumkan sebagai pengurus DPP Partai Demokrat periode 2025-2030.

Mantan Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang (PBB) ini kini resmi menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.

"Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Afriansyah Noor, beliau pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan," kata Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu, 23 Maret 2025.


Kiprah politik Afriansyah di PBB cukup menyita perhatian publik. Ia dipecat sebagai Sekjen PBB saat kepemimpinan Penjabat (Pj) Ketum PBB Fahri Bachmid.

Kala itu, Afriansyah yang telah menjadi orang kepercayaan mantan Ketum PBB, Yusril Ihza Mahendra ini juga menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan di era Presiden Joko Widodo.

Pencopotan Afriansyah sebagai Sekjen PBB ini pun berpolemik. Afriansyah awalnya mengaku legowo diberhentikan, namun 13 pengurus yang ikut dipecat Fahri Bachmid berniat mengajukan gugatan ke PTUN atas SK Kemenkumham yang mengesahkan kepengurusan PBB di bawah kepemimpinan Fahri Bachmid.

Setelah polemik mereda, Afriansyah memutuskan untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBB periode 2025-2030 di Muktamar VI Denpasar, Bali. Namun perjuangannya menjadi Ketum PBB kandas setelah kalah dari keponakan Yusril, Gugum Ridho Putra.

Dalam muktamar tersebut, Gugum mengantongi 398 suara dan Afriansyah 134 suara dari total 532 suara, Rabu, 15 Januari 2025.

Afriansyah kemudian memutuskan mundur dari PBB sehari setelahnya. Surat pengunduran diri ditulis Afriansyah bersamaan dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota PBB pada Kamis, 16 Januari 2025.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya