Berita

Ilustrasi (Foto: Antara)

Bisnis

Rupiah Masih Basa-Basi, Dolar AS Colek Rp16.500

JUMAT, 21 MARET 2025 | 23:25 WIB | OLEH: ADE MULYANA

KABAR gembira penguatan Rupiah dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya terkesan sekedar basa-basi teknikal belaka. Terlihat dari pola gerak Rupiah dalam memungkasi pekan ini, Jumat 21 Maret 2025.
Pantauan menunjukkan kinerja nilai tukar Rupiah yang konsisten menjejak zona pelemahan di sepanjang sesi di tengah bervariasi nya kinerja nilai tukar mata uang Asia. Pola gerak Rupiah yang konsisten di zona merah di tengah bervariasi nya mata uang Asia mencerminkan penguatan Rupiah sebelumnya yang sekedar basa-basi.
Laporan dari jalannya sesi perdagangan juga menunjukkan, minimnya sentimen positif domestik yang tersedia hingga membuat kesulitan bagi Rupiah untuk melanjutkan gerak positif. Sementara sentimen eksternal yang tersedia juga terlihat jauh dari bersahabat, hingga aksi tekanan jual menjadi pilihan yang paling mungkin bagi Rupiah.

Hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung, Rupiah terpantau bergerak di kisaran Rp16.495 per Dolar AS atau merosot 0,17 persen setelah sempat meninju titik terlemahnya di kisaran Rp16.512 per Dolar AS. Sementara pantauan di pasar uang Asia memperlihatkan, kinerja nilai tukar Baht Thailand yang kembali menjadi yang terburuk di Asia setelah runtuh hingga lebih dari 0,55 persen. Sedangkan Rupee India dan Ringgit Malaysia terpantau mampu bertahan di zona penguatan tipis hingga sesi sore berlangsung.


Rangkaian sentimen yang menyita perhatian investor Masih datang dari kinerja perekonomian AS, di mana kini mulai dinilai rawan akibat kebijakan tarif masuk oleh pemerintahan Presiden Donald Trump. Sentimen lain datang dari Jepang yang merilis kinerja inflasi bulanan untuk Februari yang diklaim sebesar 3 persen atau sedikit lebih tinggi dari ekspektasi investor di kisaran 2,9 persen.

Rilis tersebut juga diyakini investor akan menjadi penyokong penting bagi bagi Bank Sentral Jepang, BoJ untuk menaikkan suku bunga yang telah lama dinantikan.

Secara keseluruhan, rangkaian sentimen yang tersedia masih cenderung memaksa nilai tukar mata uang Asia terjebak di rentang moderat. Terkhusus pada Rupiah, sentimen minor datang dari aksi demonstrasi mahasiswa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, DPR yang dilaporkan memakan tiga korban luka. Aksi demonstrasi yang ditujukan menolak revisi UU TNI tersebut, kini berpotensi menjadi tantangan serius bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang baru berumur lima bulan.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya