Berita

Pembalap tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia (kiri), kesulitan mengimbangi laju Alex dan Marc Marquez yang sama-sama memakai Ducati/Net

Olahraga

Kalah Kenceng dari Marquez, Bagnaia Ingin Pakai Settingan Motor Tahun Lalu

KAMIS, 20 MARET 2025 | 15:42 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Meski sama-sama menggunakan Ducati, motor tunggangan Francesco Bagnaia kalah bersaing dari rekan setimnya, Marc Marquez. Bahkan rider Ducati Lenovo itu sulit mengimbangi performa pembalap tim satelit Alex Marquez (Gresini) dan Franco Morbidelli (Pertamina Enduro VR46) yang juga memakai Ducati saat beradu cepat di GP Argentina 2025.

Berkaca dari itu, Bagnaia mengaku ingin mengembalikan motor Ducati tunggangannya ke settingan tahun lalu.

"Saya merasa kehilangan sesuatu, seperti kontrol ban belakang, dan itu sangat aneh, mengingat (spek) motornya mirip dengan tahun lalu," ungkap Bagnaia dikutip Crash, Kamis 20 Maret 2025.


Tim pabrikan Ducati Lenovo memang menggunakan mesin Ducati Desmosedici GP24. Namun, ada beberapa komponen yang berbeda dari tahun lalu, seperti suspensi, software, dan juga sistem elektronik.

Anehnya, performa GP24 tahun ini tak seperti tahun lalu, terutama yang dipakai Bagnaia. 

"Mungkin mulai balapan berikutnya (di MotoGP Amerika 2025) saya akan kembali ke GP24 (settingan tahun lalu), karena saat ini saya memiliki perasaan sangat aneh. Kita harus terus bekerja, tetapi kita harus menyelesaikan masalah ini," ucap anak didik Valentino Rossi tersebut.

Ducati Desmosedici GP24 yang dipakai Bagnaia pada MotoGP musim 2024 sebenarnya tampil sempurna di lintasan. Membuat Bagnaia mampu bersaing untuk merebutkan gelar juara MotoGP 2024 dengan Jorge Martin hingga seri-seri akhir. 

Seharusnya, pada MotoGP 2025 ini tim pabrikan Ducati memakai motor spek terbaru Desmosedici GP25. Tapi hasil tes pramusim GP25 di Malaysia dan Thailand tak memuaskan mereka. Sehingga tim memutuskan kembali menggunakan motor GP24 untuk mengarungi kompetisi MotoGP 2025.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya