Berita

Dok Foto/Ist

Nusantara

Telkom Kembangkan Desa Wisata Berbasis Konservasi di Purbalingga

RABU, 19 MARET 2025 | 18:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sebagai perusahaan digital telekomunikasi terdepan di Indonesia, turut berkomitmen dalam mendorong pembangunan Indonesia melalui berbagai bidang, salah satunya pelestarian lingkungan dan peningkatan perekonomian masyarakat. 

Hal ini diwujudkan salah satunya dengan pengembangan potensi daerah melalui pariwisata berkelanjutan. Pariwisata berkelanjutan adalah sebuah konsep pariwisata yang mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi.

Konsep pariwisata berkelanjutan dapat diimplementasikan dengan pengembangan Desa Wisata. Mengutip data dari Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di tahun 2021 menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 75.000 desa dan sekitar 1.200 di antaranya berpotensi menjadi desa wisata.


Telkom bersama Masyarakat lokal menginisiasi pengembangan Desa Wisata di wilayah Desa Kramat, Purbalingga, Jawa Tengah. Terletak di antara Gunung Slamet dan dataran tinggi menyebabkan Purbalingga, terkhususnya wilayah Bukit Siregol menyimpan aneka keanekaragaman hayati. Di antaranya Pohon Pinus dan Kantung Semar hingga satwa langka seperti Elang Jawa, Monyet Ekor Panjang, dan Kungkang Jawa.

Desa Kramat merupakan desa yang terletak di bawah kaki Gunung Slamet dan berlokasi 5 km dari Kecamatan Karangmoncol. Desa Kramat terkenal akan wisata perkemahan dan rafting di Sungai Tambra, selain itu Desa dengan luas 1.128 hektare ini menyimpan aneka keanekaragaman hayati yang berpotensi menjadi daya tarik wisata. 

Melalui konsep desa wisata berbasis konservasi, Telkom mengutamakan pelestarian lingkungan, budaya, dan ekosistem lokal sambil tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Masyarakat tidak hanya menjadi pelaku wisata, tetapi juga berperan aktif dalam upaya perlindungan alam dan keanekaragaman hayati.

Pengembangan Desa Kramat dilaksanakan pada Oktober hingga November 2024. Pembangunan yang telah dilakukan berupa gapura desa, pemasangan camera trap untuk pemantauan populasi satwa, rumah bibit, menara pengamatan yang dilengkapi fasilitas teropong (binocular), tempat sampah, serta peta, dan sign system.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom Hery Susanto menyampaikan, bahwa pihaknya berupaya untuk menjaga keseimbangan alam dengan pelestarian flora dan fauna lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membuka peluang ekonomi berbasis ekowisata dengan kembangkan desa wisata berbasis konservasi. 

“Dengan mengembangkan desa wisata berbasis konservasi, kita tidak hanya mendukung perekonomian lokal, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. Hal ini sesuai dengan misi Telkom dalam mencapai target Sustainable Development Goals poin 15 yaitu mengelola hutan secara Lestari dan melindungi keanekaragaman hayati,” kata Hery dalam keterangannya, Rabu, 19 Maret 2025.

Pengembangan Desa Kramat sebagai Desa Wisata berbasis konservasi tidak berhenti pada tahap Pembangunan. Pendampingan terus dilakukan oleh Telkom untuk memastikan keberlanjutan pengembangan Desa Kramat sehingga tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, namun juga menjadi pusat edukasi , konservasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Populer

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Mudik Gratis 2026 Pemprov Jabar, Berikut Rute dan Cara Daftarnya

Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:13

DPR Komitmen Kawal Pelaksanaan MBG Selama Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:32

Harga Minyak Bertahan di Level Tertinggi Enam Bulan, Dibayangi Ketegangan AS-Iran

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:21

DPR Soroti Impor Pickup Kopdes Merah Putih

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:58

Prabowo Temui 12 Raksasa Investasi Global: “Indonesia Tak Lagi Tidur”

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:49

DPR Tegaskan LPDP Harus Tegakkan Kontrak di Tengah Polemik “Cukup Saya WNI, Anak Jangan”

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:26

Pemerintah Inggris Siap Hapus Andrew dari Daftar Pewaris Takhta

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:14

Kemenag: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:04

Korban Banjir Lebak Gedong Masih di Huntara, DPR Desak Aksi Nyata Pemerintah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25

Norwegia Masih Kuat di Posisi Puncak Olimpiade, Amerika Salip Tuan Rumah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya