Berita

November ini. File foto 22 Agustus 1963, Presiden John F. Kennedy melambai dari mobilnya dalam iring-iringan mobil di Dallas/Net

Dunia

Penuhi Janji Kampanye, Trump Rilis 80.000 Halaman Berkas Pembunuhan JFK

RABU, 19 MARET 2025 | 10:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menepati janji kampanyenya untuk merilis sejumlah besar dokumen yang terkait dengan pembunuhan Presiden John F. Kennedy (JFK) yang terjadi pada 1963.

Sebanyak 80.000 halaman berkas yang melibatkan peristiwa tragis tersebut kini dapat diakses publik secara daring dan di Arsip Nasional di College Park, Maryland.

Meskipun ada lebih dari enam juta halaman catatan yang telah dideklasifikasi sebelumnya, berkas yang baru dirilis terdiri dari 1.123 dokumen PDF, sebagian besar berhubungan dengan penyelidikan awal yang dimulai pada 1964.


Berkas-berkas ini mencakup informasi dari lembaga federal, foto, rekaman, serta hasil sidang Komisi Warren yang menyelidiki pembunuhan tersebut.

Namun, proses rilis dokumen ini tidak berjalan instan. Fox News melaporkan bahwa mengingat jumlah dokumen yang sangat besar, proses digitalisasi dan unggah ke situs web Arsip Nasional akan memakan waktu beberapa hari.

Hingga Selasa waktu setempat, 18 Maret 2025, catatan-catatan ini akan terus diunggah dan dapat diakses oleh publik.

Direktur Pusat Politik Universitas Virginia, Larry J. Sabato  yang juga menulis buku "The Kennedy Half-Century", mengungkapkan bahwa timnya telah mulai memeriksa dokumen-dokumen tersebut.

Namun, ia memperingatkan bahwa mungkin diperlukan waktu lama untuk memahami sepenuhnya makna dari berkas-berkas ini.

"Kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk waktu yang lama, dan orang-orang harus menerimanya," kata Sabato.

Pembunuhan Kennedy yang terjadi pada 22 November 1963, saat ia sedang berkendara di Dallas, Texas, tetap menjadi topik yang membingungkan dan kontroversial hingga hari ini.

Lee Harvey Oswald, yang ditangkap setelah kejadian, dianggap sebagai penembak tunggal yang bertanggung jawab atas kematiannya.

Namun, teori konspirasi yang mengaitkan keterlibatan CIA, KGB, atau bahkan lebih dari satu penembak, terus berkembang.

Komisi Warren, yang dibentuk oleh Presiden Lyndon B. Johnson untuk menyelidiki kasus ini, menyimpulkan bahwa Oswald bertindak sendiri. Tetapi, hasil tersebut tidak memuaskan banyak pihak, dan teori konspirasi tetap berkembang hingga saat ini.

Trump, dalam upayanya untuk membuka tabir misteri ini, mengumumkan bahwa ia akan merilis berkas-berkas tersebut tanpa penyuntingan.

"Orang-orang telah menunggu selama puluhan tahun untuk ini dan saya telah menginstruksikan orang-orang saya yang bertanggung jawab. Tidak akan ada penyuntingan," tegas Trump pada saat pengumuman tersebut.

Beberapa sumber mengungkapkan bahwa meskipun Trump mengatakan demikian, beberapa informasi pribadi, seperti nomor Jaminan Sosial, telah disunting demi melindungi privasi individu.

Salah satu temuan baru yang menarik perhatian dalam dokumen tersebut adalah keterlibatan Oswald dengan kedutaan Soviet dan Kuba, yang diduga menunjukkan hubungan dengan badan intelijen asing.

Sebuah memo CIA mengungkapkan bahwa Oswald sempat menelepon kedutaan Soviet di Mexico City untuk meminta visa dan juga mengunjungi kedutaan Kuba.

Hal ini menambah teka-teki seputar motivasi dan kemungkinan keterkaitan Oswald dengan entitas internasional sebelum pembunuhan tersebut terjadi.

Selain itu, sebuah memo CIA yang lebih mengkhawatirkan, yang bertanggal 23 November 1963, menyebutkan bahwa Oswald terhubung dengan seorang perwira KGB setelah panggilan telepon yang disadap di kedutaan Soviet.

Temuan-temuan ini menambah lapisan baru dalam teori konspirasi yang melibatkan badan-badan intelijen dunia.

Meskipun sejumlah besar dokumen telah dideklasifikasi dan dirilis, masih ada ribuan berkas yang belum dipublikasikan.

Menurut laporan, sekitar 3.000 berkas masih belum sepenuhnya dibuka untuk publik.

Divisi Keamanan Nasional Departemen Kehakiman yang bertanggung jawab atas rilis ini mengakui bahwa meskipun FBI telah melakukan peninjauan awal terhadap dokumen tersebut, sejumlah pengacara di bagian operasi perlu memberikan pandangan kedua untuk memastikan keamanannya.

Pada 1992, Kongres mengesahkan undang-undang yang mengharuskan semua catatan pemerintah terkait pembunuhan Kennedy dirilis paling lambat pada Oktober 2017, kecuali jika ada risiko terkait dengan pertahanan nasional atau intelijen.

Baik Trump maupun mantan Presiden Biden telah memberikan perpanjangan untuk menjaga kerahasiaan beberapa dokumen tertentu.

Dengan rilisnya dokumen ini, banyak yang berharap dapat memperoleh jawaban pasti mengenai salah satu peristiwa paling menggemparkan dalam sejarah Amerika Serikat.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya