Direktur DEEP Indonesia, Neni Nur Hayati (tengah), dalam acara diskusi publik bertajuk "Evaluasi Pilkada Serentak 2024: Urgensi Pembenahan Sistem Pemilu dan Masa Depan Demokrasi Indonesia", di Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 18 Maret 2025/RMOL
Direktur DEEP Indonesia, Neni Nur Hayati (tengah), dalam acara diskusi publik bertajuk "Evaluasi Pilkada Serentak 2024: Urgensi Pembenahan Sistem Pemilu dan Masa Depan Demokrasi Indonesia", di Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 18 Maret 2025/RMOL
Direktur DEEP Indonesia, Neni Nur Hayati menerangkan, pada Pilkada Serentak 2024 pihaknya melakukan pantauan di 10 provinsi dan 50 kabupaten/kota. Dan mereka mendapatkan sejumlah dugaan pelanggaran.
Namun, saat mencoba menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang ditemukan, DEEP Indonesia mengalami kendala.
Populer
Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42
Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30
Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01
Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02
Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56
Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40
UPDATE
Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:21
Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:16
Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:02
Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:26
Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:21
Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:13
Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:07
Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52
Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:43
Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:13