Berita

Gerakan Selamatkan Pertamina/Ist

Politik

Gerakan Selamatkan Pertamina Rumuskan Solusi Lewat Diskusi

SELASA, 18 MARET 2025 | 13:00 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, Kelompok masyarakat sipil yang mengatasnamakan Gerakan Selamatkan Pertamina terus melakukan kampanye budaya anti korupsi.

Hal itu agar perusahaan pelat merah khususnya Pertamina dapat lebih sehat, bersih dari benalu hilirisasi sektor pertambangan dan energi. 

Koordinator Selamatkan Pertamina Revitriyoso Husodo menyatakan sangat prihatin terhadap kondisi Pertamina saat ini yang sedang dirundung dugaan korupsi lebih dari Rp1000 triliun melalui berbagai modus. 


Menurut Revi sapaan akrabnya, banyak pihak terkesan takut dan menghindar membicarakan permasalahan tersebut secara terbuka karena adanya rumor keterlibatan 'mafia migas', hanya bisik-bisik di warung kopi. 

"Lewat diskusi publik, kita akan menerima masukan dari masyarakat dan para pakar dan pelaku hasilnya nanti akan diserahkan kepada Presiden Prabowo terkait musibah korupsi di tubuh Pertamina," kata Revi kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 18 Maret 2025. 

Lebih jauh, mantan aktivis 98 tersebut menjelaskan bahwa dalam diskusi itu, Kelompok Gerakan Selamatkan Pertamina menerima masukan dan kritik dari masyarakat ataupun narasumber dari berbagai latar belakang. 

“Mulai dari tokoh aktivis, ahli hukum, akademisi, pelaku dunia migas hingga militer nonaktif, untuk dirumuskan pemetaan permasalahan dan celah praktek korupsi pada hulu-hilir dunia migas serta alternatif-alternatif solusi untuk penyelesaiannya,” jelas Revi. 

"Kita sangat prihatin Pertamina mengalami musibah mega korupsi maka perlu adanya diskusi publik untuk menyerap aspirasi rakyat yang nantinya dirangkum secara sistematis lalu disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto, " tambahnya. 

Untuk menangani permasalahan korupsi di Pertamina dan solusinya, menurut Revi perlu adanya masukan-masukan dari para narasumber dan masyarakat. 

Selain itu, masih kata Revi, pihaknya saat ini gencar sosialisasi tentang bahaya korupsi yang menggerogoti perekonomian nasional sebagai ancaman bagi keberhasilan cita-cita bersama, Indonesia Emas 2045. 

"Setelah, mengalami beberapa kali penolakan dari pihak manajemen tempat diskusi dengan berbagai alasan, akhirnya diskusi dengan dengan tema "Safe Pertamina, Mulai Dari 0 Tanpa Korupsi" dapat dilaksanakan di Sopyan Hotel Soepomo, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Kamis, 20 maret 2025. Hal tersebut terjadi setelah panitia gencar memberi pemahaman akan pentingnya diskusi tersebut kepada berbagai pihak dan masih masih banyak pihak yang menyetujui," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya