Berita

Donald Trump saat bersama Vladimir Putin (Foto: Bloomberg.com)

Bisnis

Trump-Putin Bisa Plonga-Plongo, Dolar AS Kembali Intai Rp16.400

SENIN, 17 MARET 2025 | 20:47 WIB | OLEH: ADE MULYANA

GAGAL memberikan arahan dan kepastian menyangkut prospek dan kinerja perekonomian domestik, Presiden AS Donald Trump kini bersiap mengadakan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Laporan menyebutkan, Trump yang akan bertemu Putin pada Selasa besok.

Laporan lebih jauh menyebutkan, Trump yang diyakini akan mendapatkan persetujuan Putin atas rencana gencatan senjata selama 30 hari di Ukraina.


Namun serangkaian konsesi yang diberikan Washington atas persetujuan tersebut belum terungkap. Kinerja diplomatik internasional pemerintahan Trump kini seakan mencoba mengimbangi sorotan suram dari prospek perekonomian AS usai ambruk nya Indeks Wall Street yang dipicu kekhawatiran terjadinya resesi.

Di tengah penantian hasil pertemuan Trump-Putin tersebut, pelaku pasar terkesan kembali kesulitan menentukan arah gerak lebih jauh. Kinerja indeks Dolar AS akhirnya cenderung stagnan dalam sesi perdagangan awal pekan ini di Asia. Stagnannya indeks Dolar AS tersebut sekaligus mencerminkan masih bertahannya nilai tukar mata uang utama dunia di level terkuatnya. Dan situasi tersebut hanya sedikit memberikan harapan bagi mata uang Asia untuk mencetak gerak positif.

Pantauan menunjukkan, kinerja mata uang Asia yang cenderung konsisten menjejak zona pelemahan tipis di sepanjang sesi awal pekan ini, Senin 17 Maret 2025. Secara keseluruhan, perhatian pelaku pasar di Asia lebih terarah pada hasil pertemuan Trump-Putin, meski tak terlalu banyak berharap. Serangkaian laporan yang beredar memperkirakan, hasil pertemuan Trump-Putin yang tak akan terlalu mengejutkan dan sulit memberikan arahan di pasar, alias sekedar pertemuan Plonga-Plongo bagi pasar uang global.

Situasi tersebut turut menghantarkan gerak nilai tukar mata uang Asia terjebak di rentang sempit. Hingga sesi perdagangan sore ini berlanjut, nilai tukar Dolar Hong Kong dan Rupee India tercatat mampu stabil di zona penguatan tipis. Namun sebagian besar mata uang Asia lainnya, termasuk Rupiah, kembali terseret di zona merah. Pelemahan terburuk terjadi pada Baht Thailand yang sempat merosot hingga kisaran 0,6 persen.

Terkhusus pada Rupiah, kinerja pelemahan terkesan konsisten usai sempat membuka sesi dengan penguatan moderat. Rilis data neraca dagang nasional yang secara mengesankan mampu mencetak surplus sebesar $3,12 miliar atau cukup jauh melampaui ekspektasi pasar, gagal dimaksimalkan pelaku pasar untuk mengangkat Rupiah lebih lanjut.

Hingga ulasan ini disunting, Rupiah masih bergerak di kisaran Rp16.395 per Dolar AS atau melemah 0,31 persen usai sempat mendekati level psikologis nya di Rp16.400 dengan menjejak posisi Rp16.399 per Dolar AS. Tinjauan memperlihatkan, Rupiah yang terkesan kesulitan untuk sekedar mengikis pelemahan dan justru kian tertekan di sepanjang sesi sore. Pelaku pasar diperkirakan turut mempertimbangkan sentimen persoalan revisi UU TNI yang sedang ramai mendapatkan sorotan publik hingga kesulitan mengapresiasi rilis data neraca dagang yang positif.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya