Berita

Komisi VI DPR sidak peredaran MinyaKita/Ist

Politik

Komisi VI DPR Gelar Sidak Peredaran MinyaKita

JUMAT, 14 MARET 2025 | 20:26 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Komisi VI DPR melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar induk untuk memantau distribusi minyak goreng kemasan MinyaKita. 

Sidak kali ini bertujuan untuk memastikan apakah harga dan kemasan produk tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Anggota Komisi VI DPR Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih mengungkapkan bahwa ada dua permasalahan utama yang ditemukan dalam sidak tersebut. 


“Komisi VI tadi ke pasar induk, sidak, berkaitan dengan MinyaKita. Dua poin permasalahan, pertama mengenai HET (Harga Eceran Tertinggi), apakah sesuai atau tidak. Kedua, mengenai produk MinyaKita itu sendiri,” ujar Hakim dalam keterangannya, Jumat, 14 Maret 2025.

Meskipun demikian, ia menjelaskan bahwa dari hasil sidak terhadap tiga produsen minyak goreng MinyaKita yang diperiksa, volumenya terbukti sesuai dengan ketentuan 1 liter. 

“Alhamdulillah, tadi, dari 3 produsen yang diukur MinyaKita-nya, itu volumenya sesuai 1 liter, dicek ya 1 liter,” jelas dia.

Namun, ia juga menyoroti adanya masalah terkait kemasan produk MinyaKita, terutama yang berbentuk botol. 

“Nah, tetapi di beberapa tempat, dan beberapa masukan dari orang-orang tadi, bukan yang kemasan pouch, itu yang ada keteledoran. Biasanya yang kemasan botolan yang sering kali dimainin,” tambahnya.

Hakim juga menginformasikan bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) turut melakukan sidak ke pabrik terkait kemasan botol MinyaKita untuk memastikan kualitas dan keakuratan kemasan. 

“Termasuk tadi dari Kemendag juga melakukan sidak ke pabrik terkait kemasan botol,” tandasnya.

Diharapkan, dengan sidak ini, distribusi MinyaKita dapat berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, agar konsumen mendapatkan produk yang sesuai dengan yang dijanjikan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya