Berita

Sri Mulyani dan Prabowo Subianto (Foto: instagram@smindrawati)

Bisnis

Sri Mulyani Diisukan Mundur, IHSG Ambruk 1,98 Persen

JUMAT, 14 MARET 2025 | 19:32 WIB | OLEH: ADE MULYANA

SIKAP pesimis pelaku pasar kini semakin jelas. Sentimen bulan madu pemerintahan baru di bawah Presiden Donald Trump benar-benar telah berakhir bagi bursa saham Wall Street. Rangkaian kebijakan Trump yang semula mendapatkan apresiasi fantastis kini telah mulai berbalik menjadi sinis. Hal ini terlihat dari respon pelaku pasar yang konsisten menggelar tekanan jual signifikan di tengah upaya dan langkah pemerintahan Trump yang sedang berupaya keras mendongkrak pamir perekonomian dan diplomasi international.

Pantauan terkini dari sesi perdagangan di Wall Street menunjukkan, seluruh Indeks yang kembali longsor curam di hari keempat pekan ini. Laporan lebih jauh menyebutkan, pelaku pasar yang semakin mencermati peluang terjadinya resesi perekonomian AS, di mana kini pihak raksasa perbankan JP Morgan menilai telah berada di kisaran 40 persen.

Tekanan jual agresif akhirnya kembali terjadi dan seluruh Indeks jatuh dalam rentang tajam alias lebih dari 1 persen. Namun situasi suram tak berhenti di sini, pola teknikal yang terjadi pada seluruh Indeks Wall Street kini telah memperlihatkan telah semakin solidnya tren pelemahan. Indeks S&P500 terpantau telah membentuk tren pelemahan sejak sesi 27 Februari lalu dan hal yang sama terjadi pada Indeks Nasdaq sebagaimana terlihat pada dua chart berikut:




Indeks S&P500, sumber: finance.yahoo.com.



Indeks Nasdaq, sumber: finance.yahoo.com.

Sementara laporan terkini dari upaya diplomatik Trump dalam menghentikan perang Rusia-Ukraina masih berlangsung, sikap murung pelaku pasar masih terasa kental. Situasi ini sekaligus menggambarkan betapa pelaku pasar mulai memukul balik langkah dan kebijakan pemerintahan Trump dengan nada pesimis. Pola dan situasi yang sama kemudian mencoba berlanjut di sesi perdagangan penutupan pekan di Asia. Akibatnya, meski upaya bertahan dari tekanan jual telah dilakukan, kinerja Indeks di Asia hanya mampu mencetak kenaikan moderat alias terbatas dalam menutup sesi hari ini, Jumat 14 Maret 2025.

Kinerja indeks di Asia juga terkesan konsisten menapak di rentang moderat di sepanjang sesi di tengah minimnya sentimen regional yang tersedia. Indeks Nikkei (Jepang) menutup sesi di 37.053,1 setelah naik 0,72 persen. Sementara Indeks ASX200 terangkat 0,52 persen dengan berakhir di 7.789,7 dan Indeks KOSPI (Korea Selatan) yang turun moderat 0,28 persen setelah terhenti di 2.566,36.

Pola  suram justru terjadi di bursa saham Indonesia, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan cepat langsung rontok tajam usai pembukaan sesi pagi. Sikap pelaku pasar di Jakarta terkesan kukuh dalam pesimisme dengan terlihat dari gerak IHSG yang konsisten menapak zona pelemahan tajam di sepanjang sesi.

Laporan dari jalannya sesi perdagangan menunjukkan, pelaku pasar yang mendapatkan sajian sentimen domestik dari beredar nya isu pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani. Namun pantauan RMOL menunjukkan, isu tersebut telah dibantah oleh wakil ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Lebih lanjut Dasco menegaskan bahwa pihaknya yang telah mengecek belum adanya rencana reshuffle.

Namun kecenderungan sentimen eksternal yang kurang bersahabat, terkesan terlalu kukuh hingga menghantarkan IHSG tersungkur dalam jurang koreksi. IHSG akhirnya menutup sesi pekan ini dengan anjlok 1,98 persen di 6.515,63 setelah sempat mencetak titik terendahnya di kisaran 6.514,69. Pantauan dari jalannya sesi perdagangan memperlihatkan, kinerja merah IHSG yang tercermin kukuh dalam saham-saham unggulan. 

Sejumlah besar saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan bertumbangan dengan ditutup di zona merah, seperti: BBRI, BBCA, BBNI, TLKM, ASII, ADRO, INDF, UNTR, PGAS, ICBP, JPFA, PGEO dan BBTN. Saham unggulan tercatat hanya menyisakan  UNVR dan ISAT yang mampu bertahan positif di tengah suramnya sentimen yang berkembang.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya