Berita

Pelatih kepala Timnas Indonesia, Patrick Kluivert/PSSI

Sepak Bola

Profil Supertim di Belakang Patrick Kluivert

JUMAT, 14 MARET 2025 | 06:48 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pelatih kepala Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, mendapat dukungan penuh untuk membawa Timnas Indonesia menjadi salah satu kekuatan baru di sepak bola internasional. 

Tidak hanya dibantu empat asisten, Kluivert juga akan didampingi supertim yang memiliki spesialisasi dan akan menjadi tulang punggung dalam membentuk dan menjaga kesehatan, serta kebugaran fisik pemain Timnas Indonesia.

Alex Pastoor, Denny Landzaat, Gerald Vanenburg, Sjoerd Woudenberg menjadi asisten pelatih yang akan membantu Kluivert di segi teknik dan taktik. 


Lalu, Supertim yang bertugas di belakang layar terdiri dari pelatih fisik Quentin Jacoba; dua fisioterapis, Leo Echteld dan Chesley ten Oever; seorang video analis, Jordy Kluitenberg; dan dua orang team developer, Bram Verbruggen dan Regi Blinker.

Berikut profil anggota supertim pendamping Patrick Kluivert:

Quentin Jacoba
Pelatih spesialis fisik ini sudah bekerjasama dengan Patrick Kluivert ketika menangani Timnas Curacao. Quentin memiliki latar belakang sebagai mantan pemain sepak bola profesional. Ia pernah bermain bagi FC Eindhoven dan Kozakken Boys. Pu pernah memperkuat Timnas Curacao dengan 9 caps antara 2016-2020.

Quentin bertanggung jawab untuk meningkatkan kebugaran dan performa para pemain. Perannya sangat penting dalam membentuk tim yang lebih kompetitif dan meningkatkan daya saing Timnas Indonesia.

Leo Echteld
Fisioterapis ternama asal Belanda ini memiliki jam terbang tinggi dalam menangani para pemain di klub-klub besar Eropa seperti Inter Milan dan AC Milan. Leo bertanggung jawab untuk memastikan kebugaran fisik para pemain tetap optimal, membantu pemulihan cedera, hingga mendukung performa mereka di lapangan.

Dengan keahliannya, pendiri Fysiomed, sebuah pusat medis olahraga di Belanda ini, dapat memberikan kontribusi besar dalam menjaga kondisi fisik pemain Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Chesley ten Oever
Chesley merupakan fisioterapis Belanda yang mengkhususkan diri dalam terapi manual. Ia bekerja di Fysiomed yang didirikan Leo Echteld. Chesley akan fokus pada penanganan masalah-masalah kebugaran seperti nyeri punggung dan leher, serta cedera di sekitar pinggul dan pangkal paha. Chesley punya pendekatan yang menggabungkan fisioterapi, pelatihan pribadi, dan pelatihan performa olahraga untuk membantu klien mencapai kondisi fisik terbaik mereka.

Jordy Kluitenberg
Jordy adalah analis video asal Belanda yang punya latar belakang kuat dalam analisis dan mengevaluasi jalannya pertandingan. Jordy telah bekerja dengan beberapa klub, seperti Heerenveen dan PEC Zwolle. Ia sempat menjadi analis video dan berkolaborasi dengan Patrick Kluivert untuk Adana Demirspor di Turki selama musim 2023-2024.
Kelebihan Jordy terdapat pada keahliannya menganalisis rekaman pertandingan untuk memberikan wawasan taktis, membantu tim menyempurnakan strategi mereka.

Bram Verbruggen
Bram merupakan seorang team developer dari Belanda yang saat ini bekerja dengan Go Ahead Eagles, klub anggota Eredivisie, Belanda. Bram berperan dalam membangun kohesi tim, mendukung pengembangan individu pemain, dan meningkatkan dinamika tim secara keseluruhan. Bram memiliki latar belakang psikologi konseling dan pernah bekerja di Valencia CF dalam mengelola program talenta internasional.

Ia diakui ahli dalam pengembangan pribadi pemain dan staf dengan tujuan membangun budaya perbaikan berkelanjutan, terutama bagi para pemain muda usia dalam menghadapi tantangan sulit.

Regi Blinker
Mantan pemain sayap asal Belanda yang pernah membela Feyenoord, Celtic, dan Sheffield Wednesday ini, ia terjun ke dunia wirausaha dan menjadi pendiri "Life After Football," sebuah majalah gaya hidup yang ditujukan untuk pemain sepak bola profesional.

Dengan karier yang gemilang saat aktif bermain, Regi dinilai bisa menjadi tauladan bagi para pemain muda untuk berkembang maksimal. Terlebih Regi punya pengalaman yang banyak sebagai ahli pengembangan sepak bola.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya