Berita

Pantai Indah Kapuk (PIK) 2/Net

Nusantara

Proyek PIK 2 Bisa Bangkitkan Peradaban Maritim Nusantara

KAMIS, 13 MARET 2025 | 20:03 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pengembangan proyek Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 di Kabupaten Tangerang, disebut-sebut mampu mendongkrak ekonomi masyarakat.

Menurut Direktur Maritime Strategic Center (MSC) Muhammad Sutisna, pembangunan ekonomi pesisir yang dibangun PIK 2 itu akan membangkitkan kejayaan maritim Indonesia. 

“Dalam sejarah peradaban maritim Nusantara. Wilayah pesisir pantai itu identik dengan kemajuan. Karena dulu kerap dijadikan pusat peradaban, mulai aktivitas ekonomi, sosial, politik, hingga budaya,” kata Sutisna kepada RMOL, Kamis, 13 Maret 2025.


Jebolan FISIP UIN Syarif Hidayatullah ini menjelaskan sejarah kejayaan Nusantara identik dengan peradaban maritimnya.

“Kita lihat yang paling besar ada Majapahit dan Sriwijaya, lalu kesultanan-kesultanan di Nusantara juga banyak yang bercorak maritim seperti Banten, Gowa, Aceh dan sebagainya,” beber dia.

Alumni Magister Sekolah Kajian Stratejik & Global Universitas Indonesia ini menambahkan saat ini kondisi pesisir Indonesia sangat memprihatinkan. Kehidupan masyarakat pesisir justru identik dengan kemiskinan.

Maka dari itu Sutisna berharap dengan hadirnya PIK 2 ini mampu menjadi medan magnet ekonomi bagi masyarakat pesisir Banten.   

“Pesisir pantai kini identik dengan wilayah kumuh, dan kemiskinan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian dalam menata kembali kawasan pesisir khususnya di wilayah Tangerang Utara. Maka dari itu kehadiran PIK 2 sangat membantu,” pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya