Berita

Ilustrasi (Foto: Antara)

Bisnis

Iran Lawan Keras Trump, Dolar AS Surut di Rp16.420

KAMIS, 13 MARET 2025 | 16:17 WIB | OLEH: ADE MULYANA

SESI perdagangan yang bimbang kembali hinggap di hari keempat pekan ini, Kamis 13 Maret 2025 di Asia. Rangkaian laporan kinerja perekonomian terkini AS yang sebelumnya dikhawatirkan jauh dari bersahabat justru memberikan sinyal yang sedikit menghibur.

Laporan menyebutkan besaran inflasi di AS pada Februari lalu yang mencapai 0,2 persen dan 2,8 persen secara yoy terbilang lumayan mengejutkan dibanding kekhawatiran pelaku pasar akibat rangkaian perang tarif yang dikabarkan pemerintahan Presiden Donald Trump. Besaran inflasi tersebut juga masih berada dalam cakupan yang diinginkan Bank Sentral AS, The Fed guna melanjutkan penurunan suku bunga.

Akibatnya, pelaku pasar sedikit menahan diri dari aksi panik hingga menahan posisi Indeks Dolar AS dari kenaikan lebih tinggi. Kinerja nilai tukar mata uang utama dunia akhirnya cenderung berbalik menguat, meski dalam rentang moderat. Situasi ini kemudian mencoba dilanjutkan pada sesi perdagangan hari keempat pekan ini di Asia.


Pantauan menunjukkan, kinerja mata uang Asia yang bervariasi hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung. Di tengah minimnya sentimen regional yang tersedia, pelaku pasar di Asia mencoba memaksimalkan kesempatan untuk setidaknya sedikit berbalik melakukan penguatan. Laporan terkait menyebutkan, sentimen dari geopolitik yang datang dari Iran, di mana Presiden negeri itu dengan tegas menyatakan tidak perduli dengan tawaran perundingan nuklir dari pemerintahan Trump yang dinilai sebagai tawaran di bawah intimidasi dan ancaman.

Namun sentimen tambahan dari Iran tersebut gagal memberikan dampak signifikan pada situasi di pasar Asia. Gerak Rupiah akhirnya dengan mudah mengikuti irama di pasar Asia dengan turut terangkat moderat, setelah sempat terjebak di zona pelemahan terbatas.

Hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung, Rupiah tercatat masih bertahan di zona penguatan moderat dengan berada di kisaran Rp16.420 per Dolar AS atau naik 0,12 persen. Kinerja menguat terbatas Rupiah terkesan seiring dengan situasi di pasar uang Asia yang masih konsisten menjejak di rentang terbatas.

Pantauan juga menunjukkan, kinerja mata uang Asia yang cenderung beralih mengalami tekanan jual di ujung sesi perdagangan sore; dengan Yuan China, Dolar Singapura, Dolar Hong Kong dan Baht Thailand serta Ringgit Malaysia yang beralih di zona pelemahan sangat tipis dan rentan untuk beralih ke zona hijau. Sedang Rupee India bersama Peso Filipina dan Rupiah mencoba kukuh bertahan di zona hijau.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya