Berita

Sara Duterte/Net

Dunia

Sara Duterte Terbang ke Den Haag, Hadapi ICC Demi Sang Ayah

RABU, 12 MARET 2025 | 15:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Wakil Presiden Filipina Sara Duterte berangkat ke Den Haag, Belanda, untuk membantu ayahnya, mantan Presiden Rodrigo Duterte, yang ditangkap dan diterbangkan ke sana oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). 

Duterte, yang memimpin Filipina dari 2016 hingga 2022, menghadapi tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait perang narkoba yang menewaskan ribuan orang.  

Dalam pernyataannya sebelum keberangkatan, Sara Duterte mengecam tindakan ICC dan menyebutnya sebagai "penindasan dan penganiayaan."  


"Ini adalah penghinaan terang-terangan terhadap kedaulatan kami dan penghinaan terhadap setiap orang Filipina yang percaya pada kemerdekaan negara kami," kata Sara dalam pernyataan resmi, seperti dimuat Al Jazeera pada Rabu, 12 Maret 2025.

Sara dijadwalkan bertemu dengan tim hukum untuk mengatur pembelaan ayahnya di pengadilan internasional tersebut.   

Sementara itu, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jrnmembela keputusan pemerintahnya yang memfasilitasi penangkapan dan pemindahan Duterte ke ICC.  

"Hal ini sesuai dengan komitmen kami kepada Interpol,"ujar Marcos Jr dalam konferensi persnya.

Namun, langkah ini memicu perdebatan politik di dalam negeri. Veronica Duterte, putri bungsu Rodrigo Duterte, berencana mengajukan habeas corpus ke Mahkamah Agung Filipina untuk memaksa pemerintah membawa kembali ayahnya.  

Mantan Menteri Tenaga Kerja Silvestre Bello, yang kini menjadi bagian dari tim pembela Duterte, mengatakan bahwa mereka sedang menilai semua opsi hukum yang tersedia.  

"Hal pertama yang akan kami lakukan adalah mencari tahu ke mana tepatnya mantan presiden akan dibawa, jadi kami tahu ke mana kami harus pergi, karena dia akan membutuhkan bantuan hukum," kata Bello.  

Di Kota Quezon, ratusan orang menyalakan lilin sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan keras Duterte dalam perang narkoba. Sebagian besar dari mereka adalah keluarga korban yang tewas dalam operasi kepolisian selama masa pemerintahannya.  

Sementara itu, kelompok pendukung Duterte mengecam ICC dan menyebutnya sebagai intervensi asing yang tidak menghormati kedaulatan Filipina.   

Rodrigo Duterte mencalonkan diri sebagai presiden pada 2016 dengan janji utama memerangi kejahatan dan narkoba. 

Ia mendorong polisi untuk menggunakan kekuatan mematikan terhadap tersangka, yang mengakibatkan lebih dari 7.000 kematian dalam operasi resmi.  

ICC mulai menyelidiki dugaan  kejahatan terhadap kemanusiaan pada 2018, tetapi Duterte selalu menolak yurisdiksi pengadilan tersebut. Kini, sebagai mantan kepala negara, ia menjadi pemimpin Asia pertama yang ditangkap dan diadili di Den Haag.  

Perkembangan kasus ini akan terus dipantau, dengan pertanyaan besar apakah Duterte akan diadili di ICC atau ada langkah hukum lain yang bisa menghentikan proses tersebut.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya