Berita

Prof Yanuar Rizky (tengah)/RMOL

Bisnis

Penerimaan Pajak Awal 2025 Jeblok, Ini Sebabnya

RABU, 12 MARET 2025 | 15:02 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kementerian Keuangan dinilai kurang mengupdate data keuangan negara dari penerimaan pajak hingga pengeluaran negara.

Pakar ekonomi dari The Bright Institute Prof Yanuar Rizky menilai penurunan pajak pada awal 2025 ini lantaran adanya daya beli masyarakat yang turun drastis.

"Kalau dilihat dari mulai MSCI sampai Goldman, isunya memang ke arah Shorting Bond, akibat tekanan daya beli konsumen dan kemampuan korporasi (sisi penerimaan negara dari pajak) plus tekanan belanja," kata Yanuar Rizky kepada wartawan, Rabu, 12 Maret 2025.


Ia mengatakan saat ini masyarakat terbiasa dengan model komunikasi yang positif, sehingga hal negatif dari pemerintah tidak dishare dengan transparan.

"Jadi, kita tak terbiasa dalam komunikasi model mengelola kondisi sulit, makanya lama sekali keluar data, karena selalu model positif," ujarnya.

"Malah makin lama, makin menimbulkan spekulasi," tutupnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya