Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Dolar AS Keok, Minyak Terdorong Naik Tipis

RABU, 12 MARET 2025 | 12:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pelemahan mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) membuat harga minyak mengalami sedikit kenaikan pada perdagangan Selasa, 11 Maret 2025.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup naik 28 sen atau 0,4 persen menjadi 69,56 Dolar AS per barel, setelah sempat turun hingga 68,63 Dolar AS di awal sesi. 

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 22 sen atau 0,3 persen menjadi 66,25 Dolar AS per barel, setelah sebelumnya juga mengalami penurunan. 


Pelemahan indeks Dolar AS, yang mencapai titik terendah dalam empat bulan, membuat minyak lebih murah bagi pembeli luar negeri, sehingga mendorong kenaikan harga minyak. 

Namun, pasar saham AS mengalami penurunan signifikan, menambah aksi jual terbesar dalam beberapa bulan. Indeks S&P 500 mencatat penurunan harian terbesar sejak 18 Desember, dan Nasdaq merosot 4,0 persen, penurunan satu hari terbesar sejak September 2022. 

Pasar juga terpengaruh meningkatnya ketegangan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif impor baja dan aluminium dari Kanada menjadi 50 persen, sebagai respons terhadap keputusan provinsi Ontario yang memberlakukan tarif 25 persen pada ekspor listrik ke AS. 

"Drama semacam itu menambah volatilitas di sini," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

Dalam hal pasokan, produksi minyak mentah AS diperkirakan mencetak rekor lebih besar tahun ini dibanding estimasi sebelumnya, dengan rata-rata 13,61 juta barel per hari, menurut Badan Informasi Energi AS. 

Investor kini menantikan data inflasi AS yang akan dirilis pada Rabu 12 Maret 2025, untuk mendapatkan petunjuk tentang arah suku bunga. Mereka juga sedang memantau rencana OPEC+, yang telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan produksi pada April mendatang.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya