Berita

Para pekerja menggunakan alat pelindung diri di pabrik nuklir Fukushima Daiichi/Net

Dunia

Pembersihan Besar-besaran di Fukushima, Pekerja Terpapar Radiasi Tinggi Hingga Stress

RABU, 12 MARET 2025 | 11:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Empat belas tahun setelah bencana nuklir Fukushima Daiichi akibat gempa bumi dan tsunami tahun 2011, tingkat radiasi di sebagian besar area pembangkit telah menurun secara signifikan. 

Namun, tantangan besar masih menghadang pekerja yang terlibat dalam pembersihan reaktor yang rusak. Mereka menghadapi radiasi berbahaya serta tekanan fisik dan psikologis yang luar biasa dalam upaya dekontaminasi yang diperkirakan akan memakan waktu lebih dari satu abad.    

Meskipun di sebagian besar area pekerja hanya perlu mengenakan masker bedah dan pakaian biasa, situasi berbeda bagi mereka yang memasuki gedung reaktor, terutama tiga yang mengalami kerusakan parah. 


Mereka harus mengenakan perlindungan maksimal, termasuk masker wajah penuh dengan filter, sarung tangan berlapis-lapis, serta pakaian hazmat berkerudung.  

Pekerja harus membersihkan sedikitnya 880 ton puing-puing bahan bakar nuklir yang meleleh. 

Sebuah robot kendali jarak jauh yang digunakan dalam proses ini mengalami beberapa kegagalan teknis sebelum akhirnya berhasil mengambil sepotong kecil bahan bakar dari reaktor No. 2 pada November lalu. 

Kepala petugas penonaktifan di Tokyo Electric Power Company Holdings (TEPCO), Akira Ono mengatakan bahwa meskipun hanya sampel kecil, temuan tersebut sangat berharga.  

“Bahkan sampel yang sangat kecil memberi banyak informasi kepada para pejabat tentang bahan bakar yang meleleh,” ujar Ono, seperti dimuat Associated Press pada Rabu, 12 Maret 2025.

Namun, ia menekankan bahwa lebih banyak sampel masih diperlukan sebelum pembersihan besar-besaran dapat dimulai pada tahun 2030-an.   

Bekerja di dalam reaktor masih sangat berisiko. Tingkat radiasi di dalam gedung reaktor No. 2 tetap tinggi, meskipun telah mengalami dekontaminasi besar-besaran. 

Untuk mengurangi paparan radiasi, pekerja hanya boleh berada di dalam gedung selama 15 hingga 30 menit sebelum digantikan oleh tim berikutnya.  

“Bekerja di bawah tingkat radiasi yang tinggi membuat kami merasa gugup dan terburu-buru,” kata Yasunobu Yokokawa, seorang pemimpin tim dalam misi tersebut. 

“Itu adalah tugas yang sulit," ujarnya lagi.

Masker wajah penuh yang mereka gunakan menghalangi visibilitas dan membuat bernapas sulit. Jaket kedap air membuat tubuh cepat berkeringat, sementara sarung tangan berlapis-lapis membatasi gerakan jari, membuat pekerjaan menjadi lebih sulit. 

Para pekerja juga harus melilitkan sarung tangan dan kaus kaki mereka untuk mengurangi paparan radiasi serta membawa dosimeter pribadi guna mengukur tingkat radiasi yang diterima.  

Selain risiko radiasi, pekerja menghadapi kendala teknis. Sebuah misi sempat tertunda ketika pekerja menyadari bahwa satu set lima pipa yang digunakan untuk memasukkan robot ke dalam reaktor telah dirangkai secara salah. 

Kamera robot juga mengalami kerusakan akibat tingkat radiasi yang tinggi dan harus diganti.  

Meskipun demikian, TEPCO menegaskan bahwa paparan radiasi yang diterima pekerja masih di bawah batas dosis lima tahun sebesar 100 milisievert. 

Namun, survei terhadap 5.500 pekerja menunjukkan meningkatnya kekhawatiran tentang keselamatan dan dampak kesehatan akibat radiasi. 

Pada tahun 2023, dua pekerja mengalami luka bakar akibat percikan lumpur radioaktif di fasilitas pengolahan air.  

Untuk mengurangi paparan radiasi, TEPCO telah menerapkan berbagai strategi, seperti penggunaan derek yang dikendalikan dari jarak jauh dan pemasangan komponen yang telah dirakit sebelumnya. 

Namun, tantangan besar tetap ada, terutama dalam membuang bahan bakar yang meleleh dari reaktor No. 3, yang diperkirakan baru bisa dimulai setelah beberapa misi pengambilan sampel kecil.  

Hiroshi Ide, seorang pekerja senior yang juga menjadi korban bencana Fukushima, ingin memastikan bahwa proses dekomisioning dilakukan dengan benar.  

“Sebagai warga Fukushima, saya ingin memastikan pekerjaan dekomisioning dilakukan dengan benar sehingga masyarakat dapat kembali ke rumah tanpa rasa khawatir,” ujar Ide.  

Pemerintah Jepang dan TEPCO menargetkan penyelesaian pembersihan pada tahun 2051, tetapi dengan berbagai tantangan teknis dan keterlambatan saat ini, banyak ahli yang memperkirakan bahwa proses ini bisa memakan waktu lebih dari satu abad. 

Pembersihan Fukushima tidak hanya menjadi tantangan teknis, tetapi juga ujian ketahanan bagi para pekerja yang terus berjuang di garis depan pemulihan nuklir terbesar dalam sejarah Jepang.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya