Berita

Ilustrasi (Foto: Associated Press)

Bisnis

Trump-Wall Street Lagi Halu, IHSG Lengser 0,79 Persen

SELASA, 11 MARET 2025 | 18:37 WIB | OLEH: ADE MULYANA

PERSETERUAN Presiden AS Donald Trump dengan pelaku pasar di bursa Wall Street terkesan kian tumbuh. Setelah rangkaian kebijakan penaikkan tarif oleh Trump sempat direspon negatif oleh investor, Presiden yang penuh kejutan itu kukuh mengklaim bahwa penaikkan tarif akan menjadikan perekonomian AS lebih kuat.

Namun sikap pesimis pelaku pasar justru kian menjadi dengan terus menggelar aksi jual agresif dalam mengawali sesi pekan ini. Seluruh Indeks Wall Street akhirnya ditutup runtuh dalam rentang tajam akibat tekanan jual agresif yang berlanjut dengan kali ini investor berdalih sedang mengantisipasi peluang terjadinya resesi akibat kebijakan tarif Trump.

Sementara sejumlah kalangan menilai kekhawatiran terjadinya resesi pada ekonomi AS sebagai berlebihan alias halu, tekanan jual panik telah berhasil menjalar hingga sesi perdagangan hari kedua pekan ini di Asia, Selasa 11 Maret 2025. Di tengah minimnya sentimen positif regional yang tersedia, pelaku pasar di Asia terkesan tunduk untuk terseret dalam pesimisme yang datang dari Wall Street.


Laporan dari jalannya sesi perdagangan menyebutkan, pelaku pasar yang sempat mencoba memberikan porsi perhatian pada kebijakan pemerintahan Presiden Xi Jinping yang bersiap mengguyur subsidi sebesar $41 milyar, atau sekitar Rp660 triliun guna mendongkrak konsumsi domestik di tengah ancaman melambatnya perekonomian terbesar Asia itu.

Namun sentimen tersebut terlalu jauh dari mampu untuk mengimbangi sentimen halu dari Wall Street. Tekanan jual akhirnya kukuh mendominasi bursa saham Asia, dan seluruh indeks jatuh dalam jurang koreksi yang dalam hingga sesi perdagangan berakhir.

Indeks Nikkei (Jepang) terhajar turun 0,64 persen setelah ditutup di 36.793,11, setelah sempat ambruk hingga kisaran 2,8 persen di awal sesi perdagangan pagi. Sementara indeks KOSPI (Korea Selatan) terpangkas curam 1,28 persen dengan berakhir di 2.537,6, dan indeks ASX200 (Australia) merosot tajam 0,91 persen dengan singgah di 7.890,1.

Ambruknya sesi perdagangan di bursa global dan Asia menjadikan situasi murung di bursa saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau dengan cepat menyambut kesuraman dengan runtuh tajam dalam mengawali sesi perdagangan pagi. Pelaku pasar di Jakarta sempat berharap pada rilis indeks keyakinan konsumen untuk Februari. Namun rilis data justru memperlihatkan terjadinya penurunan tingkat keyakinan konsumen dengan berada di kisaran 126,4.

Sikap pesimis akhirnya kian kukuh hingga memaksa IHSG konsisten menapak zona pelemahan tajam. IHSG kemudian mengakhiri sesi perdagangan dengan anjlok 0,79 persen di 6.545,85 usai sempat menembus level psikologis nya di kisaran 6.400-an dengan meninju posisi 6.499,04.

Pantauan lebih rinci dari jalannya sesi perdagangan memperlihatkan, kinerja saham unggulan yang kembali berkontribusi besar pada gerak merah IHSG. Hampir semua saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan menutup sesi dengan penurunan yang bervariasi, seperti: TLKM, ADRO, INDF, ICBP, ISAT, PGAS, SMGR, JPFA, CPIN, PTBA, BBTN, INTP dan LSIP.

Pantauan juga menunjukkan, sejumlah kecil saham unggulan; BBRI, BMRI, ASII, UNTR, ITMG dan UNVR yang tercatat mampu beralih positif dengan menutup sesi di zona hijau.

Sentimen halu dari Trump-Wall Street nampaknya terlalu berat bagi pelaku pasar di Jakarta untuk sekedar menepisnya di tengah suntikan sentimen domestik yang jauh dari mengesankan. Pelaku pasar di Jakarta kini berharap rilis data penjualan ritel yang diagendakan Rabu besok untuk setidaknya menahan IHSG dari tekanan jual lebih lanjut.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya