Berita

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron/Repro

Nusantara

Mantan Pekerja Sritex Dapat Jaminan Kesehatan hingga Agustus

Tanpa Bayar Iuran
SELASA, 11 MARET 2025 | 13:44 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pekerja PT Sritex Group yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) beserta keluarganya dipastikan tetap mendapatkan jaminan kesehatan selama enam bulan.

Hal ini disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI dan Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, terkait penyelesaian PHK dan pemenuhan hak pekerja PT Sritex Group, Selasa 11 Maret 2025.

"Kami simpulkan bahwa sejumlah 10.355 eks pekerja PT Sritex dan 11.006 anggota keluarganya berstatus PHK dengan hak manfaat jaminan kesehatan paling lama 6 bulan tanpa membayar iuran dan saat ini berstatus aktif dengan manfaat jaminan PHK serta dapat mengakses layanan kesehatan saat dibutuhkan," ujar Ali.


BPJS Kesehatan akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial dalam memenuhi hak-hak pekerja PT Sritex yang terkena PHK. Jaminan kesehatan ini berlaku Maret-Agustus 2025.

BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan layanan kesehatan sebagai bagian dari kebermanfaatan status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

"BPJS kesehatan terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan dinas sosial sebagai upaya keberlanjutan kepesertaan JKN eks pekerja yang terdampak PHK dari PT Sritex," tandasnya.

Dengan adanya jaminan kesehatan ini, diharapkan para mantan pekerja Sritex dan keluarganya tetap mendapatkan akses layanan medis yang layak selama masa transisi setelah kehilangan pekerjaan.



Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya