Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Pasar Minyak Ikut Genting Akibat Kebijakan Tarif AS, Harga Terus Anjlok

SELASA, 11 MARET 2025 | 10:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kekhawatiran bahwa kebijakan tarif AS terhadap Kanada, Meksiko, dan China, akan memperlambat ekonomi dunia membuat harga minyak menetap lebih rendah pada penutupan perdagangan Senin, 10 Maret 2025.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup pada 69,28 Dolar AS per barel, turun 1,08 Dolar AS atau 1,5 persen. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup pada 66,03 Dolar AS per barel, turun 1,01 Dolar AS atau 1,5 persen.

John Kilduff, pengamat di Again Capital di New York menilai pasar saat ini sedang dalam kondisi genting.


"Ada pembicaraan tentang resesi di AS dan ini sangat mengkhawatirkan bagi gambaran makro," ujarnya.

Selama akhir pekan, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan Trump tidak akan mengurangi tekanan tarif pada Meksiko, Kanada, dan China.

Para investor sekarang khawatir akan kemungkinan perlambatan ekonomi yang bisa mengurangi permintaan minyak. Harga minyak, yang sering mengikuti pergerakan pasar saham, terus turun tajam.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya