Berita

Pendiri Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti/RMOL

Politik

Dinilai Banyak Terlibat Politik Praktis, Ray Rangkuti Sarankan Presiden Ganti Kapolri

SABTU, 08 MARET 2025 | 03:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dalam pandangan pendiri Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti, Kepolisian saat ini banyak terlibat dalam politik praktis. Hal ini tak lepas dari sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang cenderung menjadi politisi ketimbang penegak hukum. 

Untuk itu, Ray menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk membebastugaskan Jenderal Sigit dari jabatan Kapolri. Sehingga ia bisa benar-benar menyalurkan hasrat dan bakatnya sebagai politisi.

"Saya lihat, Pak Listyo ini bakat politiknya jauh lebih kuat dibandingkan bakat aparat penegak hukumnya," ujar Ray Rangkuti dalam diskusi Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) bertajuk "Urgensi Reformasi Polri" di Jakarta, Jumat 7 Maret 2025. 


"Oleh karena itu, saya berharap Presiden segera membebaskan Pak Listyo dari tugasnya sebagai Kapolri agar bakat politiknya benar-benar  tersalurkan," sambungnya.

Menurut Ray, Listyo Sigit sangat terampil dalam memainkan isu politik yang bukan politik kenegaraan, tapi politik kekuasaan. 

Kepolisian di masa saat ini, kata dia, lebih terlihat sebagai abdi dari kekuasaan, bukan menjadi abdi negara. 

Aktivis 1998 jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menyebut, Polri banyak terlibat atau bertugas untuk mendukung program pemerintah dibanding memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Contohnya, Polri terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memantau bursa saham yang bukan tugas dan fungsinya. Banyaknya tugas-tugas di luar Kepolisian ini terasa di era Kapolri Sigit.

Ia pun menyarankan Sigit menjadi pengurus partai politik yang saat ini tengah digagas Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

"Dia (Listyo) bersama Pak Jokowi mendirikan partai politik baru. Ketua umumnya adalah Pak Jokowi, Sekjen adalah Pak Listyo Sigit, cocok banget," kata Ray berkelakar.

Ia mengaku sudah lama mendorong agar Kapolri dievaluasi. Namun, hal itu seperti tak digubris karena Sigit saat ini masih dibutuhkan untuk menjadi jembatan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Jokowi.

"Tapi kayaknya kalau soal Pak Kapolri ini menjadi semacam titik temu gitu. Antara Pak Prabowo dengan Pak Jokowi. Ini bacaan politiknya lah ya," tuturnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Mohammad Choirul Anam berpandangan, semua Kapolri pasti memiliki persoalan dan prestasi masing-masing.

Di tengah banyaknya kritikan terhadap Korps Bhayangkara, Anam menyebut Kapolri saat ini juga mempunyai prestasi. Salah satunya melahirkan Direktorat Pelindungan Anak dan Perempuan.

Oleh karena itu, bekas Komisioner Komnas HAM ini menyebut, persoalan institusi Polri bukan hanya disebabkan oleh orang tertentu. Tapi, jauh lebih luas yaitu soal perbaikan struktural dan kultural, baik itu pendidikan maupun perbaikan sumber daya manusia di institusi Kepolisian.

“Saya sih lebih bagus pergantiannya natural saja kayak sebelum-sebelumnya. Semua kepala kepolisian memang memiliki catatan yang baik yang positif, prestasi maupun yang masalah. Sehingga pergantian itu menjadi sesuatu yang sifatnya natural,” demikian Anam.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya