Berita

Politikus PDIP, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok/Net

Politik

Dulu Bela Mati-matian, PSI Kini Terdepan Serang Ahok

SABTU, 08 MARET 2025 | 00:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sikap yang berbeda 180 derajat ditunjukkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terhadap mantan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dulu PSI tampak mati-matian membela Ahok, tapi kini justru jadi yang terdepan untuk menyerang politikus PDIP itu.

Di mana PSI menyesalkan sikap Ahok yang tidak mengambil kesempatan membenahi Pertamina saat menjabat komisaris utama di perusahaan pelat merah tersebut. 

Partai besutan Kaesang Pangarep itu menyebut, sikap Ahok yang berkoar-koar setelah munculnya kasus dugaan BBM oplosan, menunjukkan dirinya abai dan tidak menjalankan kewajiban sebagai Komut Pertamina.


Sikap PSI terhadap Ahok ini disorot tajam oleh Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno. Sebab, sejak kemunculannya, PSI selalu membela Ahok mati-matian.

"Bisa kita bayangkan PSI belakangan ikut-ikutan menyerang Ahok, kita kan tahu PSI ini partai politik yang 'paling Ahok' sejak lama," kata Adi lewat kanal YouTube pribadinya, Jumat 7 Maret 2025.

Adi melanjutkan, selama Ahok menjadi Gubernur Jakarta, partai berlambang bunga mawar merah yang banyak diisi kader anak muda itu selalu pasang badan saat Ahok di-bully. Tetapi hari ini, PSI justru lantang mengkritik sosok yang dulu dibela mereka. 

"Ahok kini seolah berjalan sendirian tanpa teman," ujar analis politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.

Menurut analisis Adi, salah satu alasan yang melatarbelakangi perubahan sikap PSI hari ini adalah perbedaan kepentingan politik. Terlebih Ahok berasal dari PDIP yang pada Pilpres kemarin menelan kekalahan dan kini di luar kekuasaan.

"Itulah realita dalam politik kita, tidak ada teman dan lawan abadi," tandas Adi Prayitno.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya