Berita

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman/RMOL

Politik

Mentan Ungkap Penyebab Harga Cabai Meroket

KAMIS, 06 MARET 2025 | 17:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Fluktuasi harga cabai rawit merah yang sempat meroket hingga menembus Rp200 ribu per kilogram berada dalam pantauan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. 

Untuk itu, Mentan pun telah memerintahkan kepada jajarannya untuk memperhatikan soal distribusi cabai rawit merah.

"Kalau harga cabai, kami minta kepada teman-teman agar diperhatikan distribusinya. Ada kemarin 200, turun menjadi 100 (ribu per kilogram),” kata Amran Sulaiman di Gedung Nusantara, Komplek DPR RI, Senayan, Kamis, 6 Februari 2025.


Mentan menambahkan, curah hujan tinggi juga menjadi salah satu faktor penyebab tingginya harga cabai rawit merah. 

“Itu karena hujan,” katanya.

Pihaknya pun akan menindak tegas pengusaha yang menaikkan harga di atas harga eceran tertinggi (HET), salah satunya dilakukan penyegelan. Pasalnya, stok pangan seperti cabai, bawang, beras, minyak dan telur cukup banyak di Indonesia.

“Tidak ada alasan naik, sehingga, enggak boleh ada pengusaha menaikkan harga. Sama dengan cabai, sama dengan minyak goreng. Minyak goreng, kita produsen terbesar dunia,” ujarnya.

"Kenapa harga naik sedikit? Sedikit sih naiknya, tidak seperti tahun lalu. Tetapi itu enggak boleh. Sedikit pun tidak boleh. Tidak boleh menjual pangan di atas HET,” tegasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya