Berita

Walikota Bekasi Tri Adhianto/Ist

Nusantara

Kota Bekasi Makin Siap Mitigasi Bencana

KAMIS, 06 MARET 2025 | 10:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dalam 100 hari kepemimpinan Walikota Bekasi Tri Adhianto dan Wakil Walikota Harris Bobihoe, Pemkot Bekasi menunjukkan kesigapannya dalam menghadapi bencana, terutama banjir yang melanda beberapa wilayah.

Saat banjir melanda Kecamatan Jatiasih, Bekasi Selatan, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bantar Gebang, Pondok Gede, dan Rawa Lumbu, Pemkot Bekasi bergerak cepat. 

Tim gabungan langsung diterjunkan untuk menangani dampak banjir, termasuk pembersihan lumpur di Islamic Center Kota Bekasi. Bahkan, Walikota Bekasi Tri Adhianto turun langsung ke lapangan memastikan normalisasi berjalan optimal.


Menurut pengamat kebijakan publik Maizal Alfian, respons cepat dan sistematis Pemkot Bekasi menunjukkan kesiapan dalam mitigasi bencana. 

"Yang paling penting dalam penanganan bencana bukan hanya respons cepat, tetapi juga kesiapan sistem dalam merespons segala kemungkinan,” kata Alfian dalam keterangannya, Kamis 6 Maret 2025.

Ke depan, Alfian berharap standar ini terus dipertahankan, sehingga Kota Bekasi semakin tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan bencana.

"Kota Bekasi sudah berada di jalur yang tepat dalam membangun sistem mitigasi bencana yang lebih baik,” kata Alfian.

Keberhasilan ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang menyoroti kesiapan Kota Bekasi dalam menghadapi bencana. 

Layanan kesehatan 24 jam juga dioptimalkan bagi warga terdampak.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi resmi menetapkan status tanggap darurat bencana banjir yang terjadi di 8 kecamatan sejak Senin 3 Maret 2025 hingga Rabu 5 Maret 2025. 

Banjir disebabkan intensitas hujan tinggi hingga membuat daerah aliran sungai Cileungsi dan Cikeas meluap ke pemukiman warga.

Status tanggap darurat tertuang dalam putusan Wali Kota Bekasi nomor 400.9.10/Kep.135.BPBD/III/2025 tanggal 4 Maret 2025.

BPBD Jawa Barat mencatat sebanyak 61.223 jiwa terdampak, serta terdapat 132 titik banjir. Sebanyak 49 titik dapur umum didirikan dan 65 titik evakuasi.

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Penggorengan Saham yang Mau Diberantas Purbaya Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:53

Prabowo Izinkan Danantara Rekrut WNA untuk Pimpin BUMN

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:38

Purbaya Klaim Bisa Pantau Rekening Semua Pejabat Kemenkeu

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:34

Di WEF Davos, Prabowo Sebut RI Tak Pernah Sekalipun Gagal Bayar Utang

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:14

Polda Metro Turunkan Puluhan Ribu Personel Siaga Banjir

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:13

KPK Obok-Obok Rumah dan Kantor Bupati Sudewo

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:29

Kemlu RI Tegaskan Tak Ada Kewajiban Bayar Rp16,9 Triliun setelah Gabung Dewan Perdamaian

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:28

Prabowo Resmi Teken Piagam Dewan Perdamaian di Davos

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:07

Wisuda ke-II UNOSO Dihadiri Mahfud MD hingga Rocky Gerung

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:55

KPK: Pengabaian Pengawasan Kredit Bisa Berujung Pidana

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:36

Selengkapnya