Berita

Presiden Tunisia, Kais Saied/Net

Dunia

Presiden Tunisia dan Aljazair Absen KTT Arab di Mesir, Kenapa?

RABU, 05 MARET 2025 | 13:26 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Tunisia Kais Saied dan Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune memutuskan untuk tidak menghadiri KTT Arab darurat yang diselenggarakan di Kairo, Mesir.

Keputusan ini menandai dinamika politik di kawasan yang semakin kompleks terkait isu Palestina.  

Menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Tunisia, Presiden Saied menugaskan Menteri Luar Negeri Mohamed Ali Nafti untuk mewakili Tunisia dalam pertemuan tersebut.


"Menteri Nafti akan memperbarui posisi tegas Tunisia dalam mendukung hak-hak rakyat Palestina, terutama pembentukan negara merdeka dan berdaulat di seluruh tanah Palestina dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya," bunyi pernyataan tersebut, seperti dimuat Anadolu Ajansi pada Rabu, 5 Maret 2025.

Sementara itu, Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune juga tidak akan menghadiri KTT secara langsung dan telah menugaskan Menteri Luar Negeri Ahmed Attaf sebagai perwakilannya.

Kantor Berita Aljazair melaporkan bahwa keputusan tersebut diambil karena adanya "perbedaan dan kekurangan" dalam proses persiapan KTT yang dianggap didominasi oleh kelompok negara Arab tertentu.

"Proses ini dimonopoli oleh kelompok negara Arab yang terbatas dan sempit yang mendominasi persiapan hasil KTT mendatang di Kairo tanpa koordinasi sedikit pun dengan negara-negara Arab lainnya yang peduli dengan masalah Palestina," lapor media resmi Aljazair.  

KTT darurat ini diadakan untuk membahas situasi terkini di Palestina, termasuk serangan yang terjadi di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Tujuan utama pertemuan ini adalah untuk merumuskan sikap Arab yang bersatu dalam mendukung hak-hak rakyat Palestina dan menentang proposal yang dianggap merugikan mereka.  

Pertemuan di Kairo berlangsung beberapa minggu setelah 'KTT Arab mini' di Riyadh, yang melibatkan negara-negara Teluk, Yordania, dan Mesir untuk mendiskusikan perkembangan di Palestina.

Namun, absennya dua pemimpin kunci dari Afrika Utara ini menyoroti adanya perbedaan pandangan dalam tubuh Liga Arab terkait cara terbaik menangani krisis Palestina yang terus memburuk.  

Sementara KTT berlangsung, komunitas internasional terus mengamati langkah-langkah yang akan diambil negara-negara Arab dalam upaya mencapai solusi yang lebih adil dan berkelanjutan bagi Palestina.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya