Berita

Direktur Eksekutif Setara Institute, Ismail Hasani (tangkapan layar/RMOL)

Politik

Penambahan Usia Pensiun Anggota TNI Perlu Pertimbangkan Anggaran

RABU, 05 MARET 2025 | 01:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wacana penambahan usia pensiun bagi anggota TNI menuntut DPR buat mempertimbangkan analisis biaya-manfaat atau cost-benefit analysis (CBA). 

Usulan itu disampaikan Direktur Eksekutif Setara Institute, Ismail Hasani dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 4 Maret 2025.

Menurut Ismail, penting bagi DPR untuk mempertimbangkan dengan cermat berbagai faktor, terutama soal dampak finansial dan operasional dalam penambahan usia pensiun anggota TNI. 


“Soal masa bakti pensiun, saya sedang tidak dalam posisi men-chalange, ini secara serius, karena ini adalah kebijakan hukum terbuka. Jadi setelah Bapak-Bapak, Ibu-Ibu Dewan akan mendesain seperti apa untuk usia TNI. Tapi saya ingatkan penting untuk dikaji cost and benefit analysis (CBA), penting juga dikaji transisi ketika batasan usia ini diadopsi,” ujar Ismail.

Ia menambahkan bahwa perbedaan kebutuhan fisik antara profesi tentara dan politisi perlu menjadi pertimbangan. 

“Misalnya apakah 62 (tahun) masih, ya kalau politisi 62 lagi matang-matangnya. Atau ya lagi matang-matangnya. Tapi kalau Tentara, usia 62 masih harus memimpin saya kira beda kebutuhannya. Guru besar bisa sampai 70 tahun. Tapi kan lebih sering duduk dan ngomong gitu kan. Tidak membutuhkan energi yang banyak, energi fisik masuk saya, meskipun energi pikiran sangat besar,” jelas Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini. 

Lebih lanjut, Ismail juga menyoroti bahwa kebijakan ini harus mempertimbangkan ketersediaan anggaran agar mengganggu stabilitas politik anggaran negara. 

“Jadi sebagai sebuah kebijakan hukum terbuka saya kira penting dipertimbangkan cost and benefit analysis, ketersedian anggaran sehingga tidak mengganggu politik anggaran negara,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya