Berita

Presiden RI Prabowo Subianto (Foto: tangkapan layar)

Bisnis

Prabowo-Trump Atasi Sritex, IHSG Tembus 6.500

SENIN, 03 MARET 2025 | 22:00 WIB | OLEH: ADE MULYANA

GEMPITA dan sikap optimis pelaku pasar di Jakarta terlihat mendominasi jalannya sesi perdagangan pembukaan pekan ini, Senin 3 Maret 2025. Terlebih usai mengalami rangkaian kemerosotan curam di sesi pekan lalu, investor terkesan mendapatkan momentum untuk berbalik optimis. Sejumlah sentimen eksternal dan internal yang tersedia akhirnya mampu mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara tajam dan konsisten.

Sentimen eksternal datang dari sesi penutupan Wall Street akhir pekan lalu yang kompak melonjak tajam. Meski sentimen ini sempat terganggu oleh insiden adu mulut sengit antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodimir Zelensky di Gedung Putih, pelaku pasar terlihat kukuh menapak jalur optimis.

Perkembangan terkini juga sedang dinantikan investor di pasar global menyangkut kejelasan tarif masuk oleh Trump atas produk asal Kanada dan Meksiko serta China dan Uni Eropa. Kinerja positif terlihat seragam dan konsisten di seluruh bursa saham Asia dalam mengawali pekan ini.


Pantauan hingga sesi perdagangan berakhir menunjukkan, indeks Nikkei (Jepang) yang melompat curam 1,7 persen setelah menutup sesi di 37.785,47, sementara indeks ASX200 (Australia) menanjak tajam 0,9 persen dengan berakhir di 8.245,7. Sedangkan  bursa saham Korea Selatan dinyatakan libur pada sesi hari ini.

Optimisme yang lumayan meyakinkan di Asia kemudian semakin kukuh di Jakarta menyusul rangkaian rilis data perekonomian domestik terkini. Laporan yang beredar menyebutkan, Indeks aktivitas manufaktur nasional untuk Februari lalu yang dilaporkan sebesar 53,6 atau tumbuh sangat pesat dibanding bulan sebelumnya yang berada di kisaran 51,9.

Rilis data kinerja aktivitas manufaktur, atau sering disebut Indeks PMI, yang mengesankan ini sekaligus memberikan cermin kokohnya kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang baru berlangsung empat bulan. Rilis data indeks PMI ini juga sekaligus mampu memupus sentimen suram dari penutupan pabrik tekstil terbesar Asia tenggara, Sritex.

Sentimen positif domestik ini kemudian semakin menyala berkat rilis data inflasi bulanan yang disebutkan terjadi deflasi sebesar 0,48 persen untuk Februari lalu. Kinerja inflasi ini juga mencerminkan masih terkendalinya situasi perekonomian nasional di masa awal pemerintahan Presiden Prabowo.

Bersamaan dengan sentimen eksternal dari penantian kejelasan tarif masuk oleh pemerintahan Trump, dua sentimen positif domestik tersebut kemudian membuat pelaku pasar berbalik optimis dengan melakukan aksi akumulasi agresif untuk melonjakkan IHSG secara tajam.

Pantauan RMOL memperlihatkan, kinerja IHSG yang konsisten menapak zona penguatan tajam di sepanjang sesi sebagai cermin sikap pelaku pasar yang optimis dan penuh dengan keyakinan. IHSG tercatat mendaki semakin curam di ujung sesi perdagangan sore. IHSG akhirnya memungkasi sesi awal pekan ini dengan melompat fantastis 3,97 persen di 6.519,65. Tinjauan menunjukkan, IHSG yang bahkan sempat mencetak titik terkuatnya di kisaran 6.570 atau melambung ganas kisaran 4,79 persen.

Pantauan lebih jauh menunjukkan, kinerja moncer IHSG yang ditopang kukuhnya saham-saham unggulan dalam menjejak zona hijau. Hampir seluruh saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan mencetak kenaikan bervariasi yang cukup curam, seperti: BBRI, BMRI, BBCA, BBNI, TLKM, ASII, INDF, UNTR, JPFA, BBTN, INTP, LSIP, ICBP, UNVR, PGAS, SMGR dan ISAT.

Sementara tinjauan teknikal terkini menunjukkan, gerak balik tajam yang terjadi kali ini sebagai pola sangat lumrah mengingat IHSG telah terpukul terlalu dalam pada sepanjang sesi perdagangan pekan lalu. Pelaku pasar dinilai sekedar memaksimalkan momentum untuk merealisasikan potensi rebound teknikal pasca gerak runtuh yang mengejutkan dan konsisten di pekan sebelumnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya