Berita

Penulis dan aktivis Bangladesh, Taslima Nasreen, yang kini mengungsi ke India./The Print

Global

Taslima Nasreen: Negara Ini Semakin Gelap

SENIN, 03 MARET 2025 | 21:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kalangan aktivis menilai, Bangladesh semakin gelap setelah kelompok ekstremis Jamaat-e-Islami berkuasa di jalanan tanpa dapat dihentikan pemerintah. Kelompok ini menghancurkan patung-patung pahlawan Bangladesh dan tempat-tempat bersejarah lain yang mereka anggap bertentantangan dengan ajaran Islam. 

“Saya pikir negara itu sekarang diduduki oleh kelompok jihad dan militan Jamaat-e-Islami dan mereka telah menghancurkan sejarah Bangladesh,” ujar penulis dan aktivis Bangladesh, Taslima Nasreen, seperti dikutip dari The Print. 

“Mereka menghancurkan patung-patung semua pejuang kemerdekaan, dan mereka menghancurkan museum-museum perang pembebasan pada tahun 1971. Dan juga, mereka menghancurkan rumah bapak bangsa, Sheikh Mujibur Rahman. Dan juga, siapa pun yang terlibat dalam partai Liga Awami, mereka dibunuh atau dipenjara,” katanya lagi.


Nasreen baru-baru ini berbicara dalam sebuah program yang diselenggarakan untuk menandai selesainya 100 tahun Perpustakaan Siddhibala Bose di Jabalpur, Madhya Pradesh.

Nasreen saat ini tinggal di pengasingan di India untuk keselamatan dirinya. 

Bulan lalu, sekelompok siswa madrasah di Dhaka menyerang sebuah kios di Pameran Buku Amar Ekushey karena memajang buku yang ditulis oleh Nasreen.

Penulis tersebut lebih lanjut mengatakan bahwa pemerintahan sementara di Bangladesh adalah “ilegal” dan pemilihan umum harus diadakan dengan cepat sehingga partai yang sah yang berkuasa memerintah negara dengan cara yang ‘demokratis’.

Nasreen berpendapat,  Jamaat-e-Islamis membahayakan dan bahkan bertentangan dengan demokrasi Bangladesh.

Nasreen mengatakan dirinya tidak anti Islam, namun tidak ingin penindasan dilakukan atas nama agama apapun. Meskipun secara pribadi tidak menjalankan agama, dia percaya setiap individu memiliki hak atas kebebasan menjalankan agama yang diyakini.

“Umat Muslim pergi ke Kabah, umat Kristen pergi ke Yerusalem, umat Hindu pergi ke Mahakumbh. Saya percaya pada sekularisme, jadi saya pikir setiap orang memiliki hak untuk menjalankan agama mereka,” katanya. 

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya