Berita

Wakil Presiden Iran untuk Urusan Strategis, Mohammad Javad Zarif/Net

Dunia

Ditekan Situasi Politik, Wapres Bidang Strategis Iran Javad Zarif Mundur

SENIN, 03 MARET 2025 | 16:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Wakil Presiden Iran untuk Urusan Strategis, Mohammad Javad Zarif, mengumumkan pengunduran dirinya setelah bertemu dengan kepala peradilan pada Minggu waktu setempat, 2 Maret 2025. 

Dalam pertemuan tersebut, ia disarankan untuk kembali ke dunia akademis guna menghindari tekanan lebih lanjut terhadap pemerintahan Presiden Massoud Pezeshkian.  

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Zarif menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan mengabdi selama sembilan bulan terakhir. 


Namun, ia mengungkapkan bahwa enam bulan terakhir merupakan periode paling pahit  dalam kariernya selama 40 tahun.

"Penghinaan, fitnah, dan ancaman terus-menerus terhadap saya dan keluarga saya karena kewarganegaraan ganda mereka telah mencapai tingkat yang tak tertahankan," tulisnya, seperti dimuat IFP.

Zarif menghadapi tekanan besar, terutama dari kelompok konservatif garis keras, Perseverance Front, yang menuntut pengunduran dirinya dengan alasan anak-anaknya memiliki kewarganegaraan Amerika. 

Meskipun ia telah memberikan pembelaan hukum terhadap tuduhan ini, tekanan politik terus meningkat.  

Selain itu, perannya dalam membuka jalur perundingan dengan Amerika Serikat untuk meredakan tekanan ekonomi juga menjadi sorotan tajam di tengah ketegangan politik yang kian meningkat. 

Sebagai mantan menteri luar negeri, Zarif dikenal sebagai arsitek kesepakatan nuklir Iran 2015, yang kini kembali menjadi perdebatan di internal pemerintahan.   

Kantor berita negara IRNA telah mengonfirmasi pengunduran diri tersebut, tetapi hingga saat ini Presiden Pezeshkian belum memberikan tanggapan resmi terkait surat pengunduran diri Zarif.  

Pengunduran diri ini terjadi di tengah pergolakan politik yang semakin memanas di Iran. Pada hari yang sama, Parlemen Iran juga memakzulkan Menteri Ekonomi Abdolnaser Hemmati, seorang tokoh yang dikenal mendukung upaya pemulihan hubungan dengan Barat. 

Langkah ini semakin mengindikasikan tekanan besar terhadap faksi-faksi reformis dalam pemerintahan Pezeshkian.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

UPDATE

Rudi Margono Isi Kursi Jampidsus Menggantikan Febrie Adriansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Pembiayaan Tembus Rp10 T, Laba Bank Mega Syariah Naik 17,56 Persen di Semester I-2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Profil Etik Suryani Bupati Sukoharjo yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:20

Ini Alasan KPK Batal Ikut Konferensi Pers Polda soal Perkara yang Menyeret Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:04

Jakarta Jadi Kota Termahal ke-21 di Dunia pada 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:42

Inggris Siapkan Bonus Fantastis Jika Juara Piala Dunia 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:37

Saham SK Hynix Melonjak 13 Persen Saat Debut di Nasdaq

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:31

Komisi III DPR Soroti Kasus Korupsi Batu Bara dan Isu Mundurnya Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:16

Biarkan Kortas Polri Usut Dugaan TPPU Jampidsus Tanpa Intervensi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:00

Jumlah Investor BBTN Kembali Melonjak per Juni 2026, Akhiri Tren Penurunan Dua Bulan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:51

Selengkapnya