Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Gejolak Geopolitik dan Data Ekonomi China Bikin Pasar Minyak Bergejolak

SENIN, 03 MARET 2025 | 16:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak mentah mengalami kenaikan pada perdagangan Senin siang, 3 Maret 2025, dipengaruhi oleh data manufaktur China yang positif serta ketidakpastian geopolitik terkait konflik Rusia-Ukraina dan Israel-Hamas.

Dikutip dari Reuters, minyak mentah Brent naik 0,5 persen menjadi 73,17 Dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) meningkat 0,8 persen menjadi 70,10 Dolar AS per barel. 

Naiknya harga didorong data resmi yang menunjukkan aktivitas manufaktur China tumbuh pada Februari dengan laju tercepat dalam tiga bulan terakhir, meningkatkan optimisme terhadap permintaan bahan bakar. 


Bulan lalu, Brent dan WTI membukukan penurunan bulanan pertama mereka dalam tiga bulan karena ancaman tarif dari AS dan mitra dagangnya mengguncang kepercayaan investor terhadap pertumbuhan ekonomi global tahun ini dan mengurangi selera mereka terhadap aset berisiko.

Sentimen secara keseluruhan membaik setelah pertemuan puncak pada hari Minggu di mana para pemimpin Eropa menunjukkan dukungan yang kuat bagi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan berjanji untuk berbuat lebih banyak untuk membantu negaranya, hanya dua hari setelah Presiden AS Donald Trump berselisih dengannya.

Analis RBC Capital, Helima Croft berpendapat ketegangan Trump dan Zelensky telah meningkatkan prospek keretakan yang tidak dapat ditarik kembali antara kedua pemimpin, dan potensi perdamaian terpisah antara Washington dan Moskow.

"Skenario seperti itu memang dapat mengarah pada pencabutan sanksi AS terhadap Rusia yang lebih cepat, terutama yang dilaksanakan sepenuhnya melalui perintah eksekutif," kata Croft.

Para analis memperkirakan harga minyak akan tetap stabil karena pasokan yang melimpah dan potensi kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina. Survei Reuters terhadap 41 ekonom memproyeksikan harga rata-rata Brent pada 74,63 Dolar AS per barel dan WTI pada 70,66 Dolar AS per barel untuk tahun 2025.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya