Berita

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau/Net

Dunia

PM Kanada Temui Raja Inggris, Bahas Ancaman Kedaulatan dari Trump

SENIN, 03 MARET 2025 | 11:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau berencana membicarakan ancaman kedaulatan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Raja Charles III selama kunjungannya di Inggris. 

Trudeau, yang berada di London pada Minggu, 2 Maret 2025 untuk menghadiri pertemuan puncak tentang keamanan Ukraina, menegaskan bahwa isu kedaulatan menjadi perhatian utama bagi rakyat Kanada.  

"Saya dapat memberi tahu Anda bahwa tidak ada yang lebih penting bagi warga Kanada saat ini selain membela kedaulatan dan kemerdekaan kami sebagai sebuah negara," ujar Trudeau, seperti dimuat VOA.


Ancaman Kedaulatan yang dimaksud adalah saat Trump berulangkali menyebut Kanada sebagai negara bagian AS yang ke-51, sambil merendahkan Trudeau dengan menyebutnya sebagai "gubernur" alih-alih perdana menteri.  

Lebih jauh, Trump juga mengumumkan tarif perdagangan baru terhadap mitra dagang utama AS, termasuk Kanada. Ia menyebut bahwa Kanada dapat menghindari tarif tersebut jika bersedia menjadi bagian dari Amerika Serikat.  

Trudeau sebelumnya telah memperingatkan bahwa ancaman Trump bukan sekadar retorika. 

"Pembicaraan Trump yang terus-menerus tentang penyerapan Kanada untuk mengakses sumber daya alam kami adalah hal yang nyata," kata dia bulan lalu.  

Beberapa warga Kanada mempertanyakan sikap Raja Charles III yang hingga kini belum memberikan pernyataan membela Kanada. 

Secara tradisional, raja hanya bertindak atas saran perdana menteri dalam urusan yang berkaitan dengan negara Persemakmuran.  

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, baru-baru ini mengundang Trump untuk kunjungan kenegaraan kedua yang belum pernah terjadi sebelumnya ke Inggris. 

Pertemuan ini bisa menjadi kesempatan bagi Raja Charles untuk mengangkat isu kedaulatan Kanada di hadapan Trump.  

Selain membahas ancaman terhadap Kanada, Trudeau dalam pertemuan di London juga kembali menegaskan dukungan penuh Kanada untuk Ukraina dan mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Meluruskan Hari Lahirnya Pancasila: Dari Piagam Jakarta Hingga Dekrit Presiden

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:01

Kuasa Hukum Gus Yaqut Sebut Tidak Ada Konfirmasi Aliran Dana

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46

RI Impor Emas 2,5 Ton pada April 2026, Australia jadi Pemasok Terbesar

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:16

Saksi Perkara Maluku, Thobahul Aftoni Akui Mardiono Ketum PPP

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:13

BEM PTMA: MBG adalah Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09

Gerinda Sebut Lawatan Prabowo Perkokoh Posisi Indonesia di Kancah Dunia

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:05

Habiburokhman: Zaman Pak Dino Sehebat Apa sih?

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50

Daftar Harga LPG 5,5 kg dan 12 Kg Terbaru, Cek Tiap Provinsi

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47

SPI: Nasionalisme dan Kepastian Hukum Harus Seimbang

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:46

Selengkapnya