Berita

Penanaman pohon menjadi salah satu upaya Danone Indonesia dalam menjaga tata kelola air lokal/Istimewa

Nusantara

Kinerja Lingkungan dan Sosial Danone Indonesia Raih Apresiasi Gartner Supply Chain Awards

MINGGU, 02 MARET 2025 | 06:51 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Danone Indonesia baru saja meraih penghargaan bergengsi Gartner Power of the Profession TM - Supply Chain Awards dalam kategori Social Impact of The Year. Ini merupakan pengakuan dan apresiasi kelas dunia yang diberikan oleh Gartner, lembaga konsultan manajemen yang berbasis di Amerika Serikat, atas komitmen Danone Indonesia dalam upaya pelestarian air termasuk Daerah Aliran Sungai (DAS), penguatan rantai pasok, serta pemberdayaan masyarakat. 

Program penghargaan tahunan yang berbasis komunitas ini, mengakui inovasi luar biasa dalam rantai pasok global yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas, sekaligus mendorong kinerja bisnis yang berkelanjutan.

Senior Public Affairs and Sustainability Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo menyampaikan, penghargaan yang diterima oleh Danone Indonesia merupakan bentuk dari komitmen road map keberlanjutan perusahaan melalui Danone Impact Journey (DIJ). 


“Inisiatif yang kami lakukan ini melibatkan pengelolaan sumber daya air secara terpadu dari hulu ke hilir, dan membantu memperkuat tata kelola air lokal. Inisiatif ini juga mendukung pemberdayaan komunitas lokal dan peningkatan  kesejahteraan masyarakat,” jelas Karyanto, melalui keterangannya, Minggu, 2 Maret 2025.

Di mana sebagai negara dengan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia masih menghadapi ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air, terutama untuk daerah Jawa dan Bali. 

“Faktor populasi yang padat dan aktivitas ekonomi, termasuk pariwisata, meningkatkan tekanan terhadap sumber daya air, terutama di musim kemarau. Menanggapi tantangan ini, Danone Indonesia aktif mengelola 10 daerah aliran sungai di Jawa dan Bali,” tambah Karyanto.

Untuk itu, Danone Indonesia menerapkan solusi berbasis alam serta praktik berkelanjutan yang di antaranya mencakup konservasi lanskap dengan penanaman 2,6 juta pohon untuk menjaga keseimbangan ekosistem, pembangunan 20.000 parit resapan (rorak) dan 2.500 sumur resapan untuk pemulihan air tanah; serta pertanian regeneratif untuk efisiensi air yang melibatkan lebih dari 1.000 petani di 500 hektare lahan guna meningkatkan produktivitas dan ketahanan pertanian. 

Selain itu, Danone Indonesia juga telah memberikan manfaat akses air bersih bagi 563.000 orang di komunitas sekitar lokasi operasional serta di tingkat nasional. 

Berbagai inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen untuk mewujudkan Dampak Positif Air (Positive Water Impact), yaitu dengan mengembalikan lebih banyak air ke alam dan masyarakat dibandingkan air yang digunakan untuk proses produksi perusahaan. 

Penghitungan volume air merupakan proses pengukuran dan pemantauan dampak inisiatif pengelolaan air secara akurat yang telah diterapkan oleh Danone Indonesia dan telah tervalidasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Program ini telah meningkatkan produktivitas hasil panen hingga 50 persen, meningkatkan pendapatan tahunan hingga lebih dari 30 persen bagi lebih dari 150 petani, juga melindungi petani hulu dari risiko longsor dan gagal panen. Inisiatif ini juga berperan penting dalam peningkatan kapasitas praktik budidaya dan pengelolaan sumber daya air bagi 1.000 petani, bahkan, telah menjadi proyek percontohan pertanian berkelanjutan pada 150 hektare lahan garapan,” terang Karyanto.

Model inisiatif ini menjadi blueprint bagi program pengelolaan air di seluruh wilayah operasional Danone Indonesia di masa yang akan datang. 

“Kami ingin menegaskan bahwa keberlanjutan rantai pasok tidak hanya berdampak pada bisnis, tetapi juga membawa perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan penghargaan ini, Danone Indonesia semakin berkomitmen dalam membangun ekosistem rantai pasok yang tangguh dan berkelanjutan,” tutup Karyanto.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya