Berita

Ilustrasi (Foto: forkast.news)

Bisnis

Bitcoin Terbanting Tarif Trump, Dolar AS Tembus Rp16.500

JUMAT, 28 FEBRUARI 2025 | 19:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

GEJOLAK kepanikan pasar akibat ketegasan tarif masuk Presiden AS Donald Trump tak berhenti di pasar saham dan pasar uang global. Pantauan menunjukkan kepanikan lebih brutal mendera pasar mata uang digital, crypto currency. Laporan terkini memperlihatkan, mata uang digital terbesar dunia, Bitcoin yang telah hancur dengan ambruk hingga kembali berada di kisaran $78.000-an hingga sesi perdagangan sore ini di Asia. Kisaran tersebut sekaligus mencerminkan kerontokan lebih dari 26 persen dari titik tertingginya sepanjang sejarah.

Untuk dicatat harga Bitcoin yang sebelumnya sempat mencetak titik termahalnya sepanjang sejarah dengan berada di kisaran $108.327 pada sesi pertengahan Desember 2024 lalu. Catatan menunjukkan, meroket nya harga Bitcoin pada penghujung tahun lalu yang lebih dilatari optimisme kebijakan Trump. Namun setelah Trump berkuasa lebih dari sebulan justru harga Bitcoin mulai terpangkas brutal.

Sentimen Trump yang kini berbalik suram pada crypto currency terlihat seiring dengan situasi di pasar uang global. Pantauan menunjukkan, usai Trump memastikan berlakunya tarif masuk 25 persen atas produk asal Kanada dan Meksiko pada pekan depan dan segera menyusul atas produk China dan Uni Eropa, tekanan jual menghajar mata uang utama dunia.

Kebijakan tegas Trump tersebut segera disambar pelaku pasar dengan melakukan aksi pemburuan terhadap mata uang Dolar AS. Seluruh mata uang utama dunia akhirnya jatuh dalam rentang tajam hingga menembus level psikologis nya masing-masing. Pantauan terkini memperlihatkan, nilai tukar Euro yang sempat berada di kisaran 1,03-an, sementara Poundsterling di kisaran 1,25-an serta Dolar Australia di 0,62-an dan Dolar Kanada di kisaran 1,44-an.

Melonjaknya indeks Dolar AS kemudian dengan mudah menyeret mata uang Asia untuk kembali berguguran dalam menutup sesi pekan ini, Jumat 28 Februari 2025. Pantauan terkini memperlihatkan, upaya Peso Filipina dan Rupee India untuk bertahan menjejak zona penguatan sangat tipis saat ulasan ini disunting, namun terlihat masih terlalu rentan untuk kembali terseret di zona merah mengikuti irama kesuraman global. Selebihnya, seluruh mata uang Asia terlihat kukuh menginjak zona merah.


Melonjaknya indeks Dolar AS kemudian dengan mudah menyeret mata uang Asia untuk kembali berguguran dalam menutup sesi pekan ini, Jumat 28 Februari 2025. Pantauan terkini memperlihatkan, upaya Peso Filipina dan Rupee India untuk bertahan menjejak zona penguatan sangat tipis saat ulasan ini disunting, namun terlihat masih terlalu rentan untuk kembali terseret di zona merah mengikuti irama kesuraman global. Selebihnya, seluruh mata uang Asia terlihat kukuh menginjak zona merah.

Pantauan juga memperlihatkan, kinerja nilai tukar Rupiah yang kali ini mendapatkan giliran sebagai mata uang Asia dengan pelemahan tertajam. Rupiah terpantau konsisten menjejak zona pelemahan tajam di sepanjang sesi, dan kini tercatat diperdagangkan di kisaran Rp16.575 per Dolar AS setelah terpangkas tajam 0,8 persen atau sekaligus menembus level psikologis nya di Rp16.500 per Dolar AS.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya