Berita

Uni Eropa/Ist

Bisnis

Uni Eropa Siap Balas Tarif 25 Persen AS

KAMIS, 27 FEBRUARI 2025 | 20:52 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Uni Eropa (UE)  siap mengambil langkah balasan jika Amerika Serikat (AS) benar-benar menerapkan tarif impor sebesar 25 persen terhadap produk dari blok tersebut.

Komisi Eropa menegaskan bahwa UE akan merespons dengan cepat dan tegas terhadap kebijakan yang dianggap sebagai hambatan perdagangan yang tidak dapat dibenarkan. 

“Uni Eropa akan selalu melindungi bisnis, pekerja, dan konsumen Eropa dari tarif yang tidak adil,” ujar perwakilan Komisi Eropa, dikutip dari RFI pada Kamis 27 Februari 2025.


Pernyataan ini muncul setelah Gedung Putih menyatakan bahwa kebijakan tarif tersebut akan segera diberlakukan. Presiden AS Donald Trump dalam rapat kabinet mengonfirmasi bahwa tarif 25 persen akan diterapkan, mencakup mobil dan produk lainnya. 

Kebijakan ini diklaim sebagai upaya AS untuk mengatasi defisit perdagangan yang besar dengan UE, yang tahun lalu mencapai  235,6 miliar Dolar AS.

Langkah serupa sebelumnya telah diterapkan Washington terhadap China, Kanada, dan Meksiko, termasuk dengan menaikkan pajak impor untuk baja dan aluminium.

Menanggapi ancaman tarif ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan pentingnya UE membela diri.

"Jika kita diserang dalam hal perdagangan, Eropa yang kuat harus melindungi kepentingannya," ujarnya beberapa waktu lalu.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya