Berita

Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Kerja (Raker) Komisi II DPR bersama pimpinan lembaga penyelenggara pemilu dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Februari 2025/RMOL

Politik

Pilkada Banyak PSU, Pimpinan KPU Diminta Mundur

KAMIS, 27 FEBRUARI 2025 | 18:35 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Anggota Komisi II DPR, Deddy Sitorus merasa malu banyak wilayah pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 yang harus melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU). 

Sehingga dirinya mengajak pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mundur dari jabatannya. 

Hal tersebut disampaikan Deddy dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Kerja (Raker) Komisi II DPR bersama pimpinan lembaga penyelenggara pemilu dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Februari 2025.


"Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) kerjanya benar, DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) kerjanya benar. Malu kita," ujar Deddy. 

Politikus PDIP itu merasa malu karena pelaksanaan tahapan Pilkada ada yang cacat hukum, sebagaimana terbukti dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (PHP Kada) 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), sehingga diperintahkan untuk dilaksanakan PSU. 

Di sisi lain, Deddy menyatakan DPR yang memiliki tugas pengawasan hingga penganggaran juga merasa malu, lantaran anggaran yang dipakai untuk pelaksanaan Pilkada 2024 menghasilkan pemimpin yang terpilih dari hasil kecurangan. 

"Ini bukan cuma soal anggaran, ini soal peradaban. Ini bukan soal teknis. Buat apa kita pemilu? Jadi kalau Pak Ketua KPU tidak merasa bersalah, Pak, tidak tahu lagi saya, Pak," tegasnya di hadapan Ketua KPU Mochammad Afifuddin. 

Oleh karena itu, Deddy mengajak pimpinan KPU untuk sama-sama mundur dari jabatannya, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan Pilkada 2024 yang memuat persoalan di beberapa daerah. 

"Kalau mau kita mundur bareng-bareng, ayo mundur. Karena tanggung jawabannya negara ini. Kek mana kita ini? Saya nggak merasa punya martabat jadi DPR kalau begini hasil pemilunya," tuturnya. 

"Pak, jujur saja, Pak/Ibu. Saya enggak punya kemampuan untuk menerima ini kalau begini yang kita hasilkan," demikian Deddy menambahkan.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya