Berita

dr Ayu Widyaningrum memperkenalkan Batik Sasirangan kepada Director of The UNESCO Regional for Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Philippines, and Timor Leste, Maki Katsuno Hayashikawa/Istimewa

Bisnis

Direktur UNESCO Terpukau dengan Keindahan Batik Sasirangan

RABU, 26 FEBRUARI 2025 | 21:53 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kecintaan dr Ayu Widyaningrum terhadap daerah tempat tinggalnya, Kalimantan Selatan, tidak perlu diragukan lagi. Setelah sempat foto di Menara Eifell dengan mengenakan tenun asal Kalimantan, dalam acara Batik for The World di Restoran Tugu, Kota Tua, Jakarta, Selasa 25 Februari 2025, dr Ayu tampil memukau mengenakan one set, blazer berpadu celana. 

Terlihat istimewa karena blazer yang digunakannya bukan blazer biasa. Tapi blazer yang dipadukan dengan Batik Sasirangan asal Kalimantan Selatan dengan kerah setali cutting lebar dan hiasan payet di bagian depan.

Kain Sasirangan merupakan kain adat suku Banjar di Kalimantan Selatan yang diwariskan secara turun temurun sejak abad XII, saat Lambung Mangkurat menjadi Patih Negara Dipa.


Penampilan dr Ayu yang istimewa ini pun menarik perhatian tamu-tamu high society yang datang. Tak terkecuali para duta besar yang hadir malam itu.

Dengan penuh antusias dr Ayu menerangkan tentang Batik Sasirangan yang dipakainya malam itu kepada tamu-tamu istimewa ini.

“Begitu mendapatkan undangan ini, saya langsung terpikir untuk menggunakan baju dengan bahan dari Kain Sasirangan, karena saya suka dengan motif-motifnya. Dan baju ini memang saya persiapkan khusus buat acara malam ini,” ujar dr Ayu, dalam keterangannya, Rabu, 26 Februari 2025. 

“Ketika ada yang bertanya tentang baju yang saya pakai, tentu dengan sangat antusias saya menerangkannya. Saya bisa mengenalkan tentang indahnya Kalsel lewat Batik Sasirangan ini," imbuhnya.

Salah satu tamu undangan yang terlihat antusias menanyakan busana yang dipakai dr Ayu adalah Maki Katsuno Hayashikawa, yang adalah Director of The UNESCO Regional for Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Philippines, and Timor Leste.

Acara Batik for the World diadakan oleh Mobiliari Group dan merupakan upaya melestarikan dan mengangkat batik sebagai warisan budaya Indonesia ke panggung internasional. Acara ini bukan sekadar perayaan kain tradisional, tetapi juga sebuah gerakan untuk mengukuhkan posisi batik sebagai simbol kemewahan dan prestise di kalangan high society, baik di dalam maupun luar negeri.

Dalam acara yang dihadiri oleh high society berbagai kalangan ini, juga digelar launching Majalah Noblesse Indonesia dengan dr Ayu Widyaningrum sebagai cover edisi perdana.

Noblesse Indonesia sendiri hadir di beberapa negara, di antaranya Korea Selatan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya